Pantai Ora, Surga Tersembunyi di Maluku yang Masuk Sorotan Media Internasional

Table of Contents

Pantai Ora menawarkan pengalaman yang lebih tenang dan alami dibandingkan Bali. Trifosa18 via Wikimedia Commons ( CC-BY-SA-4.0)

Maluku, Monitor Pos – Pantai Ora di Pulau Seram, Maluku, mendadak mencuri perhatian media internasional setelah harian asal Singapura, The Straits Times, memasukkannya dalam deretan surga tropis yang sepi pengunjung, meski keindahannya disebut tak kalah dari destinasi populer dunia.

Dalam laporan berjudul “Paradise Beaches Sit Empty as Indonesia Bets on Saturated Bali”, The Straits Times menyoroti bagaimana pemerintah Indonesia memusatkan sebagian besar investasi pariwisatanya di Bali, sementara sejumlah destinasi potensial seperti Pantai Ora justru minim perhatian.

“Di Pantai Ora, Pulau Seram, yang dibingkai vegetasi tropis dan tebing kapur yang dramatis, perairannya seperti akuarium dan hampir tak ada influencer yang membawa ponsel pintar,” tulis laporan tersebut.

Media itu menilai Pantai Ora menawarkan pengalaman yang tenang dan alami, bebas dari kemacetan, polusi suara, serta tumpukan sampah yang kerap ditemukan di destinasi populer lain. Namun, akses menuju pantai ini masih menjadi tantangan. Wisatawan dari Jakarta harus menempuh penerbangan 3,5 jam ke Ambon, dilanjutkan perjalanan feri dua jam menuju Pulau Seram, lalu perjalanan darat sekitar satu jam.

Irgan Muddin, pengelola salah satu resor di kawasan tersebut, berharap pemerintah memberi perhatian lebih pada infrastruktur.
“Bandara bisa dibangun di Pulau Seram, yang akan memungkinkan penerbangan langsung domestik dan internasional,” ujarnya.

Samer El Hajjar, dosen senior pemasaran di Sekolah Bisnis NUS Singapura, dalam laporan itu menilai bahwa masalah utama pariwisata Indonesia bukan pada kurangnya destinasi indah, melainkan pada eksekusi kebijakan.
“Apakah Indonesia menyia-nyiakan potensi pariwisatanya? Dalam banyak hal, iya. Tapi bukan karena kurangnya keindahan alam. Ini lebih tentang eksekusi. Ada kesenjangan antara potensi dan kebijakan,” tegasnya.

Selain Pantai Ora, The Straits Times juga menyinggung destinasi lain yang menghadapi tantangan serupa, seperti Pulau Samosir dan Raja Ampat, yang sama-sama memiliki daya tarik mendunia namun sulit dijangkau wisatawan internasional.

Dengan sorotan media internasional ini, harapan pun muncul agar Pantai Ora dan destinasi tersembunyi lainnya mendapat perhatian lebih, sehingga potensi wisata Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa hanya bertumpu pada Bali.

Aisyah