Menko Pemberdayaan Masyarakat dan Mensos Graduasi 133 KPM PKH–Sembako di Pusdiklatbangprof Kemensos

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri prosesi graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako di Aula Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial RI, Jakarta, Senin (8/12).

Acara bertajuk “Berani Graduasi: Siap Mewujudkan Generasi Indonesia Emas” tersebut menjadi momentum percepatan pemberdayaan masyarakat sekaligus implementasi komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Wujudkan Asta Cita: Jaga yang Atas, Fasilitasi yang Tengah, Bela yang Bawah

Dalam sambutannya, Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa seluruh jajaran kementerian bekerja untuk menyukseskan arahan Presiden.

Tugas kami para menteri adalah membantu Presiden mengeksekusi Asta Cita. Dalam kebijakan Presiden, sederhananya, yang atas dijaga, yang tengah difasilitasi, dan yang bawah dibela,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul tiba di lokasi pada pukul 13.37 WIB dan disambut penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Para siswa menampilkan tarian nusantara, pencak silat, paduan suara, hingga pidato dalam tiga bahasa: Arab, Inggris, dan Mandarin.

Mensos menjelaskan bahwa semangat graduasi menjadi kunci agar KPM tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial. Presiden bahkan membentuk Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagai penguat integrasi kebijakan pemberdayaan nasional.

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat adalah bagian dari upaya afirmasi, membela yang di bawah. Ini kerja besar yang harus dilakukan bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga para penerima manfaat,” tegasnya.

Berbasis DTSEN: Bansos untuk Desil 1–4, Lanjutkan Pemberdayaan Pasca-Graduasi

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial kini berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut memeringkat penduduk berdasarkan kondisi sosial ekonomi dalam 10 desil.

Yang diberi bantuan adalah desil 1 sampai 4. Setelah itu naik menjadi graduasi dan masuk ke program pemberdayaan yang lebih besar daripada sekadar bansos,” tutur Mensos.

Pada kesempatan itu, Mensos secara simbolis mewisuda 133 KPM menggunakan toga. Satu per satu KPM naik ke panggung untuk proses pemindahan tali toga sebagai tanda resmi lulus dari kepesertaan bantuan.

Cak Imin: Perubahan Paradigma ke Pemberdayaan, Bansos Sementara Berdaya Selamanya

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa pemerintah saat ini melakukan berbagai terobosan dalam percepatan pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan.

Banyak terobosan telah dilakukan: Sekolah Rakyat, Koperasi Desa, bantuan langsung tunai sementara, hingga perubahan cara membangun bangsa. Semua ini adalah strategi baru untuk percepatan pembangunan nasional,” ujar Cak Imin.

Ia menegaskan bahwa pembangunan harus tepat sasaran dan berorientasi pada kemandirian.

Tujuannya agar masyarakat menjadi individu yang produktif, kuat, dan mandiri. Karena itu, saya sangat senang dengan slogan: ‘Bansos Sementara, Berdaya Selamanya’,” katanya.

Hadir Para Pejabat dan Stakeholder

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa, Anggota Komisi VI DPR RI Ida Fauziyah, Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Mutiara NA