Peringatan HDI 2025, Kemensos Tampilkan Aksi Inklusif Penyandang Disabilitas di FX Sudirman
Acara tersebut digagas oleh Penasihat DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, yang secara khusus menghadirkan fashion show dengan 12 model penyandang disabilitas. Mereka memperagakan koleksi “Motif Lukis Disabilitas” karya Mama Una dan Ira Yulia Sari, kolaborasi bersama batik Siger-nya (APPMI Lampung), Iesye Mutiari (IPBM Bandung), dan Jeny Tjahyawati (IMFD). Sejumlah model yang tampil di antaranya adalah Jennifer (tunarungu), Grace Tiur Natalia (down syndrome), serta Fanny Efrita dan Sasa (penyandang disabilitas fisik).
Selain menampilkan model penyandang disabilitas, acara ini juga diramaikan oleh peragaan busana 10 finalis Puteri Indonesia yang memperagakan karya para desainer dari APPMI, IFC, Khayae, Dariku, IMFD, dan IPBM—dengan sentuhan kolaborasi berupa lukisan printing, batik ciprat, dan lukis kain.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya para musisi penyandang disabilitas yang mengiringi jalannya pertunjukan. Mereka adalah Salwa Aris, pemain saksofon penyandang disabilitas fisik; Rifky, pemain biola penyandang tunanetra; serta Raoul, gitaris penyandang tunanetra.
Empat Tokoh Disabilitas Raih Penghargaan
Di tengah gelaran acara, perhatian publik tertuju pada empat sosok penyandang disabilitas yang menerima penghargaan atas prestasi di bidang masing-masing. Mereka adalah Hikari Pride (18) yang hidup dengan autism, Yustitia M. Arief (56), Ali Muslimin (62), dan Achmad Sugik (50).
Penghargaan diserahkan oleh Selvi Gibran Rakabuming, selaku Pembina Seruni. Salah satu penerima yang menarik perhatian adalah Achmad Sugik, wirausahawan asal Lumajang yang mempekerjakan 25 penyandang disabilitas. Ia aktif mendorong pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas, di antaranya melalui kerja sama dengan sejumlah pesantren untuk membuka lebih banyak peluang kerja.
“Saya juga pengurus National Paralympic Committee (NPC) Jawa Timur yang bisa mengantarkan atlet disabilitas di Peparpenas. Mohon doa, insya Allah atlet Jawa Timur akan menjadi perwakilan berlaga di Filipina pada Januari,” ujarnya.
Ruang Kreativitas dan Kolaborasi untuk Disabilitas
Dalam kesempatan yang sama, Penasihat I Dharma Wanita Persatuan Kemensos menegaskan bahwa peringatan HDI 2025 bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi tanpa batas. Ia menyampaikan rencana untuk menghadirkan ruang yang memfasilitasi kreativitas, pelatihan, layanan, serta akses permodalan bagi penyandang disabilitas.
“Teman disabilitas patut dihargai, diberi pasar dan kesempatan bagi masa depan. Kami berharap ini menjadi rumah baru bagi mimpi yang terpendam di hati,” ujarnya.
Digelar 5 Hari, Puncak HDI Berlangsung di Bundaran HI–Sarinah
Peringatan HDI 2025 akan berlangsung selama lima hari, yakni pada 3–7 Desember 2025. Selama periode tersebut, panggung inklusif di Mall FX Sudirman menyuguhkan berbagai kegiatan, mulai dari workshop, talkshow, bazar, layanan sosial, hingga pameran karya penyandang disabilitas.
Sebagai penutup rangkaian acara, puncak peringatan HDI 2025 akan digelar pada 7 Desember berupa fun walk dan panggung hiburan yang terpusat di kawasan Bundaran HI hingga Sarinah.
Acara ini diharapkan menjadi momentum penguatan gerakan nasional menuju masyarakat yang lebih inklusif, setara, dan ramah disabilitas.
Mutiara NA
