BNPB: Laporan Situasi Kejadian Bencana Periode 17–18 Januari 2026

Table of Contents

Foto : Tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan pasa Sabtu (17/1). (BPBD Kabupaten Pekalongan)

Jakarta, Monitor Pos ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 17–18 Januari 2026. Pada periode tersebut, kejadian bencana didominasi oleh banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah kabupaten dan kota, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Selain tiga wilayah yang menjadi atensi BNPB, yaitu Kabupaten Pati, Jepara, dan Kudus, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, Magelang, dan Banyumas. Sementara itu, dari provinsi lain, BNPB menerima laporan kejadian longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, serta pergerakan tanah di Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur.

Di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, banjir dilaporkan melanda empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang pada Jumat (16/1). Banjir dengan ketinggian air antara 30 hingga 120 sentimeter tersebut berdampak pada 15.184 jiwa. Sebanyak empat orang dilaporkan mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Batang.

BPBD Kabupaten Batang telah melakukan asesmen di lapangan serta berkoordinasi dengan unsur terkait. Kerugian material akibat kejadian ini masih dalam proses pendataan oleh tim kaji cepat. Hingga Sabtu (17/1), banjir dilaporkan belum surut.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Pemalang sejak Jumat (16/1). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Comal meningkat dan meluap ke permukiman warga. Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan.

Tinggi muka air tercatat antara 40 hingga 150 sentimeter. Dari total 13.178 jiwa terdampak, sebanyak 92 warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak, BPBD Kabupaten Pemalang mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo. Pada Sabtu (17/1), banjir di Kecamatan Randudongkal dilaporkan telah surut, sementara genangan air di Kecamatan Ulujami dan Petarukan masih bertahan.

Di Kabupaten Pekalongan, hujan lebat pada Sabtu (17/1) dini hari disertai limpasan air Sungai Bremi mengakibatkan banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan.

Ketinggian genangan air terpantau antara 20 hingga 100 sentimeter. BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan evakuasi warga terdampak serta mengaktifkan posko kebencanaan. Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian.

Selain berdampak pada permukiman warga, banjir juga mengganggu layanan transportasi kereta api. Jalur rel di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan–Sragi terendam banjir. Sebagai langkah pengamanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan penutupan jalur sementara. Tercatat empat perjalanan kereta api dibatalkan akibat kejadian tersebut.

Cuaca ekstrem juga melanda wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang menerjang Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, pada Jumat (16/1). Akibatnya, 34 unit rumah warga serta tiga unit bangunan usaha mengalami kerusakan ringan.

BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Pada Sabtu (17/1), BPBD bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki rumah warga yang terdampak.

Peristiwa angin kencang juga terjadi di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (16/1). Kejadian tersebut mengakibatkan 165 unit rumah mengalami rusak ringan, empat unit rumah rusak sedang, serta satu unit fasilitas ibadah rusak ringan. BPBD Kabupaten Banyumas mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak dan telah melakukan asesmen di lapangan.

Dari Provinsi Jawa Barat, hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan pergerakan tanah di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (17/1). Kejadian longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Tenjolaya.

Akibat peristiwa tersebut, tiga unit rumah mengalami rusak sedang dan sebanyak 15 jiwa terdampak. BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan asesmen serta melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, terjadi pergerakan tanah pada Sabtu (17/1) yang berdampak pada permukiman warga di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean. Kejadian ini berdampak pada 16 kepala keluarga atau 64 jiwa. Sebanyak 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Pergerakan tanah tersebut menyebabkan 15 unit rumah mengalami rusak berat dan satu unit rumah rusak ringan. Longsor susulan juga terjadi di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, yang mengakibatkan akses jalan desa tertutup total dan memerlukan alat berat untuk pemulihan akses. BPBD Kabupaten Pamekasan telah melakukan asesmen dan mencatat kebutuhan mendesak warga berupa distribusi permakanan.

Menutup laporan ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan, serta kemungkinan terjadinya bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau informasi terkini dari sumber resmi dan terpercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.

@Iyus