Badan Gizi Nasional Raih Penghargaan Video Profile pada PR Indonesia Awards 2026

Table of Contents


Yogyakarta, Monitor Pos  - Badan Gizi Nasional (BGN) meraih penghargaan Kategori Owned Media Sub Kategori Video Profile dalam ajang The 11th PR Indonesia Awards yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Jumat (13/2). Kegiatan ini diselenggarakan oleh PR Indonesia sebagai ajang apresiasi tahunan bagi insan dan institusi kehumasan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas karya Video Profile Badan Gizi Nasional yang dinilai mampu menyampaikan pesan kelembagaan secara komprehensif, kredibel, serta berdampak terhadap peningkatan pemahaman publik mengenai peran dan mandat institusi dalam pembangunan gizi nasional.

Penghargaan diterima oleh Khairul Hidayati, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional, yang hadir mewakili institusi pada malam penganugerahan.

Dalam keterangannya, Hidayati menyampaikan bahwa video profil bukan sekadar sarana dokumentasi, melainkan bagian dari strategi komunikasi kelembagaan yang dirancang secara terencana dan berkelanjutan.

“Video profile kami rancang sebagai media yang mampu menjelaskan mandat, program, dan arah kebijakan Badan Gizi Nasional secara utuh dan mudah dipahami. Melalui pendekatan visual dan narasi yang terstruktur, kami ingin menghadirkan gambaran yang jelas mengenai peran BGN dalam pembangunan gizi nasional. Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kualitas konten owned media yang informatif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Kategori Owned Media merupakan salah satu kategori prestisius dalam PR Indonesia Awards yang menilai kemampuan institusi dalam mengelola media milik sendiri secara strategis, baik dari sisi narasi, kualitas produksi, maupun efektivitas komunikasi.

Capaian ini menegaskan komitmen Badan Gizi Nasional dalam memperkuat komunikasi kelembagaan melalui pengembangan konten audio-visual yang berkualitas, guna mendukung peningkatan pemahaman serta kepercayaan publik terhadap upaya pembangunan gizi nasional.

Sambara