BMKG SMB II Palembang Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi Jelang Ramadan

Table of Contents


Palembang, Monitor Pos – Menjelang bulan suci Ramadan yang akan dimulai pekan depan, BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengingatkan masyarakat Sumatera Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala Unit Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan bahwa kondisi cuaca saat memasuki Ramadan masih berpotensi hujan karena wilayah Sumatera Selatan saat ini berada dalam periode musim hujan.

“Dalam memasuki bulan Ramadan yang akan datang di minggu depan memang cuaca masih dalam kondisi berpotensi hujan karena masa ini masih dalam periode musim hujan,” ujarnya.

Meski suhu udara pada siang hari diperkirakan relatif kondusif untuk menjalankan ibadah puasa, Sinta menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Masyarakat dapat menjalaninya dengan cuaca yang mungkin cukup kondusif dari suhu udara di siang hari, namun perlu juga kewaspadaan bagi masyarakat akan ancaman bencana alam bahaya hidrometeorologi yang bisa terjadi akibat periode musim hujan ini, terutama di wilayah-wilayah yang rentan bencana,” katanya.

BMKG secara khusus mengimbau daerah-daerah yang tergolong rawan, terutama di wilayah barat Sumatera Selatan, agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, maupun banjir bandang.

Wilayah yang dinilai rentan antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang, Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, serta Kabupaten Musi Banyuasin.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah hilir sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air yang dapat memicu banjir di bantaran sungai.

“Perlu waspada untuk wilayah Sumsel yang berada di hilir akan peningkatan debit air sungai yang bisa menyebabkan banjir di bantaran sungai,” pungkas Sinta Andayani.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna meminimalkan risiko bencana selama bulan Ramadan.

Christina Dewi