BNPB: Pergerakan Tanah di Desa Padasari Masih Aktif, Jumlah Pengungsi Tembus 2.453 Jiwa

Table of Contents

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/1/2026) (ANTARA/Cahya Sari)
Jakarta, Monitor Pos  ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih berlangsung aktif hingga awal pekan ini. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah warga terdampak yang mengungsi terus bertambah dan kini telah melampaui 2.000 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hingga Minggu (8/2/2026), jumlah pengungsi akibat pergerakan tanah tercatat mencapai 2.453 jiwa.

“Berdasarkan data terkini, jumlah pengungsi mencapai 2.453 jiwa,” ujar Abdul Muhari di Jakarta, Senin (9/2/2026).

BNPB merinci, jumlah tersebut terdiri atas 945 laki-laki dan 982 perempuan, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Kelompok rentan itu meliputi 220 lanjut usia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, serta 65 batita.

Saat ini, para pengungsi tersebar di delapan titik pengungsian, yakni Majelis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SD Negeri 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha di Kecamatan Jatinegara.

BNPB bersama pemerintah daerah setempat masih bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan penanganan darurat. Selain itu, petugas terus menyalurkan bantuan logistik dan permakanan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Abdul Muhari menambahkan, selain pemenuhan kebutuhan dasar, penanganan darurat juga difokuskan secara paralel pada pendataan warga terdampak serta pencarian lokasi pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak langsung oleh pergerakan tanah.

Dalam proses tersebut, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data warga terdampak secara by name by address. Pendataan ini menjadi dasar penerbitan surat keputusan kebutuhan hunian sementara.

BNPB juga memberikan pendampingan kepada tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah dalam melakukan asesmen kelayakan lahan untuk hunian sementara, sekaligus menyusun rencana relokasi warga ke lokasi yang lebih aman.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi pergerakan tanah masih dapat terjadi seiring kondisi cuaca dan kontur wilayah setempat.

@Iyus