Kasatgas PRR Tito Karnavian Hadiri Penyerahan Bantuan Rumah Rusak di Aceh Tamiang, Pemerintah Pastikan Pemulihan Berlanjut
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas PRR secara hybrid dari Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, serta diikuti sejumlah daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Dalam sambutannya, Tito menegaskan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana secara bertahap dan bergelombang. Ia memastikan, penyerahan bantuan kali ini merupakan tahap awal berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah daerah.
“Penyaluran hari ini bukan yang terakhir. Ini tahap awal sesuai data yang kami terima dari kepala daerah,” ujarnya.
Tito menekankan pentingnya akurasi pendataan di tingkat daerah agar proses pembangunan dan rehabilitasi dapat segera direalisasikan. Ia meminta para kepala daerah membentuk satuan tugas kecil guna memastikan validitas dan kelengkapan data warga terdampak.
“Nah ini yang kita tunggu, dari kepala daerah. Itulah yang saya minta teman-teman kepala daerah, para bupati, wali kota, buat semacam satgas kecil untuk pendataan,” tegasnya.
Ia merinci besaran bantuan yang diberikan pemerintah, yakni Rp15 juta untuk perbaikan rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, serta Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang. Khusus untuk kategori rusak berat atau hilang, bantuan tersebut akan direalisasikan dalam bentuk pembangunan rumah oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun di lahan relokasi yang telah disiapkan.
Tito memastikan seluruh jajaran pemerintah hadir dan bekerja keras mendorong percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera, khususnya di Aceh Tamiang. Berkat sinergi dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, progres pemulihan dinilai telah menunjukkan hasil yang signifikan. Roda pemerintahan dan aktivitas perekonomian pun mulai berangsur pulih.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan berhenti sampai seluruh daerah benar-benar kembali pulih seperti sediakala.
“Meskipun ada beberapa daerah yang masih ada lumpurnya, kita harus bertarung. Tapi kita jangan berhenti. Saya tahu bahwa orang-orang Aceh, orang-orang yang petarung, yang kuat,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta pejabat terkait di lingkungan kementerian/lembaga.
Sementara itu, hadir secara virtual Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Kepala Staf Umum TNI Richard Tampubolon, serta para kepala daerah terdampak.
Melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini, pemerintah berharap masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati hunian yang layak, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Zulkarnain
