LPKS BKPRMI Jawa Timur Dorong Revitalisasi Masjid sebagai Benteng Moral Remaja
Surabaya,Monitor Pos — Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPKS) BKPRMI Jawa Timur menggelar kegiatan Parenting Guru dan Walisantri bertajuk “Remaja Masjid: Jembatan Emas dalam Pembentukan Nilai Qurani dalam Menghadapi Peradaban Kehidupan”. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pendidik dan orang tua dalam membina generasi muda berbasis nilai-nilai Islam.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan Ketua Umum DPD BKPRMI Jember sekaligus pengurus LPRM BKPRMI Jawa Timur, Ustadz Hizbullah Muhib, S.T., M.P., sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Ustadz Hizbullah menekankan pentingnya revitalisasi peran masjid sebagai pusat pembinaan moral remaja di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia merujuk pada Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 18 yang menegaskan bahwa memakmurkan masjid tidak hanya dimaknai sebagai menjaga bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan ruh dakwah dan pembinaan umat, khususnya generasi muda.
“Tantangan hari ini adalah bagaimana membentuk paradigma agar masjid dan musala dicintai oleh remaja. Kita harus masuk ke dunia mereka agar mampu membawa mereka kepada nilai-nilai Islam,” ujarnya di hadapan para pengurus Sakinah Center dan jajaran pendidik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Generasi Z dan Generasi Alfa memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Kedua generasi ini tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan teknologi, inovasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, pendekatan dakwah dan program masjid perlu dikemas secara adaptif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman agar tidak menimbulkan jarak generasi.
“Jika pola dakwah tidak mampu beradaptasi, masjid berpotensi hanya menjadi saksi sejarah yang sunyi. Diperlukan kaderisasi berkelanjutan, dimulai dari pembinaan usia dini di bawah LPPPTKA hingga lahirnya aktivis remaja masjid yang memiliki akidah yang kokoh,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Hizbullah juga membagikan pengalaman sukses pembinaan remaja di Masjid Al-Baitul Amien Jember. Melalui pendekatan persuasif dan inklusif, remaja masjid berhasil merangkul berbagai kalangan pemuda, termasuk mereka yang sebelumnya merasa enggan datang ke masjid. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara bertahap tanpa kesan menghakimi.
Kegiatan yang diawali dengan pembacaan pantun nasihat ini diharapkan mampu menyatukan visi dan langkah antara guru serta orang tua dalam mendidik dan mengarahkan putra-putri mereka di tengah tantangan peradaban modern.
Dengan menjadikan remaja masjid sebagai “Jembatan Emas”, LPKS BKPRMI Jawa Timur berharap dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kuat dalam menghadapi dinamika kehidupan global.
S Aminah Firdaus
