Mendagri Lantik 49 Pejabat Kemendagri, Tekankan Loyalitas dan Kinerja Maksimal

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik 15 pejabat pimpinan tinggi pratama dan 34 pejabat administrator di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pelantikan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi guna mendorong peningkatan kinerja dan efektivitas birokrasi. Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk menunjukkan loyalitas dan prestasi dalam menjalankan tugas.

“Ini jabatan sementara, pasti akan ada akhirnya juga, jadi saya akan mengevaluasi,” ujar Tito.

Ia menegaskan akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja para pejabat guna memastikan roda organisasi berjalan optimal dan responsif terhadap berbagai tantangan.

Lebih lanjut, Mendagri menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan tim yang kuat dan solid untuk menjalankan berbagai tugas strategis Kemendagri. Selain memimpin kementerian, Tito juga mengemban amanah sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) serta Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Menurutnya, berbagai tanggung jawab tersebut memerlukan dukungan tim yang mampu bekerja cepat dan efektif.

“Rekan-rekan yang dilantik tolong buktikan, rekan-rekan mampu untuk membantu saya dan kemudian saya juga minta jangan terjebak dalam rutinitas,” tegasnya.

Tito juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menuntut jajaran pemerintah untuk bekerja secara maksimal dengan ritme yang cepat. Karena itu, ia meminta seluruh pejabat Kemendagri untuk meningkatkan etos kerja dan daya respons.

“Jadi saya juga harus bekerja super tinggi, dan saya juga memerlukan tim pendukung saya juga bekerja super cepat, super tinggi juga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan analogi “tenda kelompok” (group tent theory) untuk menggambarkan pentingnya kerja kolektif di lingkungan Kemendagri. Ia menyebut Kemendagri sebagai tenda yang melindungi seluruh anggotanya dengan memberikan penghidupan, status, dan kehormatan. Tenda tersebut hanya akan berdiri kokoh apabila seluruh elemen di dalamnya turut menopang dan memperkuat struktur organisasi.

Namun, apabila ada anggota yang tidak berkontribusi secara optimal, maka tenda tersebut berisiko roboh. Karena itu, ia meminta para pejabat untuk menunjukkan kinerja terbaik demi menjaga marwah dan kekuatan institusi.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendagri.

Syafira