Menteri PKP Galang Dana Swasta Percepat Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana di Sumatera
“Kan bagi rakyat enggak penting dari siapapun, yang penting dari orang Indonesia membantu. Supaya kita ada terobosan-terobosan. Jadi bayangkan, kita sebelum Lebaran mudah-mudahan sudah ratusan yang bisa dihuni,” ujar Maruarar dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta.
Ara, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa hingga saat ini dukungan dari sektor swasta telah menghasilkan pembangunan 2.603 unit hunian. Ia berharap penggalangan dana tersebut dapat terus diperluas agar proses pembangunan berjalan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak keluarga terdampak.
Lebih lanjut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyampaikan bahwa pihaknya telah mendata kebutuhan pembangunan hunian tetap sebanyak 26.969 unit dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp8,5 triliun. Karena itu, ia meminta penetapan tenggat waktu penyelesaian data penerima manfaat dan lokasi pembangunan agar keputusan dapat segera diambil.
Menurutnya, kejelasan dan ketepatan data menjadi kunci agar pembangunan tidak berlarut-larut serta progres di lapangan dapat berjalan lebih terukur dan akuntabel.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah membagi peran dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB akan membangun rumah individu yang tersebar, sementara Kementerian PKP memfokuskan pembangunan hunian dalam satu hamparan besar, sekitar 100 hingga 200 unit per lokasi.
Maruarar juga menekankan pentingnya keseragaman spesifikasi bangunan dan nilai bantuan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat terdampak.
“Saran kami sebaiknya, harganya dan apanya sama, sehingga kita menjaga perasaan-perasaan tidak enak dari satu sama lain,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah tengah mengkaji penggunaan material genteng produksi dalam negeri melalui program gentengisasi untuk pembangunan hunian tersebut. Selain mempertimbangkan faktor kenyamanan dan ketahanan bangunan, kebijakan ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan industri nasional serta memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, dibandingkan mengandalkan produk impor.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, Menteri PKP berharap percepatan pembangunan hunian tetap dapat segera terwujud, sehingga masyarakat terdampak bencana memperoleh kepastian tempat tinggal yang layak dan aman sebelum momentum Idul Fitri mendatang.
Shinta
