Pemprov Sumsel Optimalkan Relawan Kampung Siaga Bencana Hadapi Pancaroba 2026
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, mengatakan penguatan relawan KSB menjadi langkah strategis untuk memastikan respons cepat dan tepat saat terjadi bencana.
“Dengan mengoptimalkan relawan Kampung Siaga Bencana, mitigasi serta penanggulangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat jika terjadi bencana, khususnya pada musim pancaroba seperti angin langkisau, banjir, dan tanah longsor,” ujar Cik Ujang di Palembang, Jumat.
Menurutnya, KSB yang telah dikembangkan di sejumlah kabupaten dan kota dalam beberapa tahun terakhir terbukti berperan besar dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana. Keberadaan relawan di tingkat akar rumput dinilai mampu mempercepat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan dampak sosial.
Melihat besarnya kontribusi tersebut, Pemprov Sumsel berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan KSB. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana, termasuk potensi munculnya permasalahan sosial di tengah masyarakat terdampak.
Cik Ujang menjelaskan, penguatan KSB sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam regulasi tersebut, Dinas Sosial diwajibkan membina masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial.
Sebagai tindak lanjut dari amanat undang-undang tersebut, Pemprov Sumsel secara bertahap mendorong Dinas Sosial kabupaten dan kota untuk membentuk minimal satu unit KSB di setiap daerah yang tergolong rawan bencana.
Untuk membentuk satu unit KSB, diperlukan sedikitnya 100 tenaga sukarelawan yang telah dibekali keterampilan penggunaan peralatan penanggulangan bencana serta teknik evakuasi korban. Relawan yang selama ini telah dibina dinilai mampu menjalankan tugas dengan baik dan kehadirannya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Melalui optimalisasi KSB, Pemprov Sumsel berharap setiap potensi bencana dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi, sehingga kerugian materiil dapat ditekan dan risiko korban jiwa dapat dicegah semaksimal mungkin.
Christina Dewi
