Wali Kota Depok Eksekusi Rekayasa Lalu Lintas Jalan Raya Sawangan, Anggaran Ratusan Miliar Digelontorkan
Skema baru yang disiapkan mencakup pengalihan arus kendaraan, penerapan jalur satu arah, hingga peningkatan kapasitas sejumlah ruas jalan penunjang.
Supian memperkenalkan konsep rekayasa dengan mengoptimalkan Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda sebagai jalur satu arah bagi kendaraan dari arah Sawangan menuju Parung Bingung.
“Konsepnya nanti dari Parung Bingung menuju Sekolah Yapan itu satu arah. Sementara itu, dari arah Sawangan menuju pusat kota, dekat Rumah Makan Tirta Rasa, kendaraan akan belok ke kiri. Dengan begitu, alur kendaraan relatif akan lebih lancar,” ujar Supian dalam siaran pers, Rabu (25/2/2026).
Pembebasan Lahan Tuntas
Hingga akhir 2025, Pemkot Depok telah menuntaskan pembebasan lahan di ruas Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda dengan total anggaran mencapai Rp 40 miliar.
“Kemarin masih ada tiga bidang yang belum bersedia, tetapi alhamdulillah sekarang sudah berkenan dengan pembebasan lahan yang kita lakukan,” ungkap Supian.
Setelah proses pembebasan rampung, pemerintah daerah akan melanjutkan tahap pelebaran ruas Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp 40 miliar.
Penanganan Simpang Parung Bingung
Selain itu, Pemkot Depok juga menyiapkan perluasan sisi kiri jalan di Simpang Parung Bingung, yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan terparah di kawasan Sawangan.
“Kurang lebih Rp 60 miliar kami alokasikan untuk memperlebar sisi kiri jalan di area belokan menuju Sawangan supaya pergerakan kendaraan jadi lebih mudah,” kata Supian.
Untuk mendukung skema tersebut, pemerintah kota juga akan membangun jembatan di bawah ruas Jalan Parung Bingung menjadi dua lajur guna meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus kendaraan.
“Fokus kami tahun ini (2026) memang pada pelebaran Jalan Raya Sawangan, Jalan Enggram, dan Jalan Pemuda,” tegasnya.
Sosialisasi ke 80 Pemilik Lahan
Menindaklanjuti rencana tersebut, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok menggelar sosialisasi pengadaan tanah lanjutan untuk pembangunan infrastruktur Simpang Parung Bingung di Kecamatan Pancoran Mas dan Sawangan dengan menyasar 80 pemilik lahan terdampak.
Kepala Bidang Pertanahan Disrumkim Kota Depok, Ahmad Soma, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyampaikan rencana pembebasan lahan untuk pengembangan jalan di Simpang Parung Bingung, Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, serta Jalan Meruyung Raya.
“Kami memaparkan program Wali Kota Depok terkait rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan. Kegiatan ini merupakan pelebaran lanjutan setelah sebelumnya Jalan Enggram berhasil dibebaskan pada 2025,” ujarnya.
Ahmad menambahkan, sosialisasi tersebut turut melibatkan konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok untuk melakukan penandaan titik rencana pelebaran.
Usai pemaparan, para pemilik lahan diajak meninjau langsung lokasi guna melihat posisi pelebaran yang direncanakan.
“Pertemuan ini sekaligus pemberkasan awal dan pengambilan formulir bagi pemilik lahan terdampak. Setelah seluruh berkas terkumpul, kami akan menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT),” jelas Ahmad.
Target Urai Kemacetan Menahun
Rekayasa lalu lintas dan pelebaran jalan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Depok dalam mengatasi persoalan kemacetan menahun di koridor Sawangan yang setiap hari dipadati kendaraan pribadi dan angkutan umum.
Dengan kombinasi rekayasa arus, pelebaran jalan, serta pembangunan jembatan dua lajur, pemerintah berharap distribusi kendaraan menjadi lebih merata dan waktu tempuh warga dapat dipangkas secara signifikan mulai 2026.
Nurlela Sari
