Wamen PKP Tinjau Pengembangan Hunian Terintegrasi di Palembang, Dorong Konsep TOD dan Aeropolis
Turut mendampingi dalam agenda tersebut Direktur Manajemen Risiko dan Legal Perum Perumnas Nixon Sitorus, Kepala Disperkim Provinsi Sumatera Selatan Novian Aswardani, serta perwakilan Pemerintah Kota Palembang.
Di sela agenda lapangan, Fahri juga berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, serta bertemu Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, di lokasi rencana proyek perumahan pegawai Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II yang diproyeksikan berkembang menjadi kawasan Aeropolis.
Optimalkan Hunian Vertikal dan TOD
Peninjauan dimulai dari Apartemen Samesta Jakabaring di kawasan Jakabaring. Hunian vertikal tiga tower setinggi 10 lantai tersebut sebelumnya dikenal sebagai Rusunami Jakabaring yang dibangun untuk atlet Asian Games 2018. Saat ini, kawasan tersebut diarahkan menjadi apartemen berbasis konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan akses transportasi dan fasilitas publik.
“Kami ingin memastikan hunian vertikal yang sudah ada dapat dioptimalkan dan terintegrasi dengan kawasan sekitarnya,” ujar Fahri di sela peninjauan.
Rombongan kemudian mengunjungi Perumahan Komunitas MBR Nonformal Griya Sumsel Sejahtera, yang menjadi contoh penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sektor nonformal. Program ini dinilai strategis untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pembiayaan perumahan formal.
Penataan Bantaran Sungai Musi
Agenda berlanjut ke kawasan bantaran Sungai Musi di wilayah 3–4 Ulu. Penataan kawasan tepian sungai diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi kawasan kumuh, sekaligus memperkuat Sungai Musi sebagai ikon Kota Palembang.
Selain itu, Wamen PKP juga meninjau Rusun 23/24 Ilir guna mengevaluasi kondisi hunian vertikal di pusat kota, termasuk aspek pengelolaan dan kenyamanan penghuni.
Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah Kawasan Siap Bangun (Kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) Perumnas Talang Kelapa. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat hunian baru karena ketersediaan lahan yang luas serta berada di koridor pertumbuhan Palembang.
“Talang Kelapa masih sangat luas dan potensial untuk dikembangkan secara terstruktur. Ini peluang besar bagi pengembangan hunian skala kawasan,” tegas Fahri.
Menuju Kawasan Aeropolis
Kunjungan ditutup di lokasi rencana perumahan pegawai Bandara SMB II seluas 1,6 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai hunian terintegrasi berbasis TOD dan menjadi embrio pengembangan Aeropolis. Menurut Fahri, hunian di sekitar simpul transportasi strategis seperti bandara akan meningkatkan efisiensi mobilitas sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kawasan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan citra Sumatera Selatan sebagai daerah yang kompetitif. Dengan dukungan infrastruktur dan kawasan hunian yang tertata, Palembang diharapkan mampu menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Disperkim Provinsi Sumatera Selatan Novian Aswardani menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat. Menurutnya, kolaborasi lintas level pemerintahan menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan yang terencana, inklusif, dan selaras dengan rencana tata ruang wilayah.
Christina Dewi
