Iran Vs Amerika, Iran Menang, Amerika Kalah
Table of Contents
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat & Aktivis Islam
Monitor Pos -- Tidak ada negara yang merengek dengan ancaman saat meminta lawan untuk melakukan perundingan dan gencatan senjata, padahal posisinya sedang terjepit, kecuali Amerika Serikat. Itulah, saat ini yang terjadi di Iran.
Secara militer dan posisi perang, Amerika kalah. Amerika tak ingin kalah lebih telak lagi. Secara ekonomi, Amerika saat ini babak belur.
Dampak serangan ceroboh Amerika ke Iran, menghilangkan kepercayaan dunia internasional pada Amerika. Keunggulan ekonomi berbisnis dengan Amerika, kini menjadi beban bisnis.
Namun, bukannya merengek, meminta damai, atau bahkan menyatakan kalah dan meminta perang dihentikan, Amerika masih konsisten dengan pakaian kesombongannya, dengan mengultimatum Iran untuk menyerah dan duduk di meja perundingan. Dalam posisi kalah pun, Amerika masih konsisten sombong.
Publik juga tahu, Zionis Israel saat ini berada dalam penderitaan yang tidak terperi akibat serangan rudal dan drone Iran. Israel, pasti telah berulangkali merengek kepada Amerika agar bisa mengkondisikan perang dihentikan.
Apalagi, era sosmed saat ini tidak memungkinkan Amerika menutup mata dan telinga umat Islam dunia, dan hanya memberikan garis komando informasi searah versi Amerika. Ini bukanlah perang Irak, dimana media telah diorkestrasi hanya untuk mengcopy paste pernyataan Amerika : Anda Bersama Amerika atau Anda Bersama Teroris.
Wajah busuk Amerika, tak lagi bisa dipoles sebagai polisi dunia yang sedang melakukan penertiban. Bahkan, secara terbuka politisi di inggris menyabut Amerika sebagai Gangster Internasional.
Hari ini, dunia tanpa malu dan ragu, bahkan tanpa merasa terancam oleh Amerika, secara terbuka memberikan dukungan kepada Iran dan kecaman pada Amerika. Atau setidaknya, menolak berada di barisan Amerika dan Zionis.
NATO enggan membantu Amerika karena serangan sepihak Amerika tanpa dikonsultasikan ke NATO. Inggris dan Spanyol, dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, menolak pangkalan militernya digunakan oleh Amerika.
Sementara Iran, menyampaikan penolakan berunding dengan Amerika dan siap menghadapi perang darat dengan Amerika. Amerika, benar-benar dalam posisi 'Maju kena, mundur kena'.
Terhadap situasi Iran saat ini, Amerika tak punya pilihan yang lebih baik selain hengkang dari Iran dan menarik seluruh militernya dari timur tengah dan dunia Islam. Karena dalam doktrin Islam, Amerika berstatus Muhariban Fi'lan, sehingga seluruh aset dan kepentingan Amerika, bahkan SDM Amerika sah secara syar'i menjadi target serangan tentara Islam dimanapun berada.
Amerika, telah membayar mahal serangan Iran dengan kehilangan reputasi dan harga diri karena ulah Trump. Masa kemunduran dan kehancuran Amerika sudah diufuk, wahai tentara kaum muslimin tuntaskan tugas mulia kalian untuk membungkam kesombongan Amerika. Allahu Akbar ! [].