Kabar Pemaksaan Siswa Daring Ambil MBG di Sekolah Dipastikan Hoaks

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos - Informasi yang beredar di media sosial mengenai siswa yang mengikuti pembelajaran daring dipaksa datang ke sekolah untuk mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar alias hoaks.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya. Ia menyatakan hingga saat ini BGN belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran jarak jauh atau daring.

“Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (24/3).

Sony menjelaskan, pelaksanaan Program MBG saat ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka di sekolah. Dengan demikian, informasi yang menyebut adanya kewajiban bagi siswa daring untuk datang ke sekolah tidak memiliki dasar kebijakan resmi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar luas di media sosial. Menurutnya, setiap kebijakan resmi terkait MBG akan disampaikan langsung oleh BGN melalui kanal komunikasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, BGN berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi maupun tata kelola penyaluran. Hal ini dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para siswa di seluruh Indonesia.

“Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi,” pungkasnya.

Sundari