Menko Pangan dan Mendag Tinjau Pasar Minggu, Pastikan Stok Aman Usai Lebaran
Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas menyampaikan bahwa secara umum stok pangan nasional masih dalam kondisi aman dan melimpah. Ia memastikan berbagai komoditas utama seperti beras, ayam, telur, hingga sayur-sayuran tersedia dalam jumlah yang mencukupi di pasaran.
“Persediaan banyak, beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak, walaupun mungkin pedagang belum 100 persen ya, mungkin sudah 60–70 persen yang buka,” ujarnya saat meninjau Pasar Minggu.
Terkait perkembangan harga, Zulhas mengungkapkan adanya variasi di sejumlah komoditas. Beberapa mengalami penurunan harga, sementara lainnya mengalami kenaikan tipis. Harga telur dilaporkan relatif stabil, sedangkan harga ayam menunjukkan tren kenaikan ringan.
Pergerakan harga yang cukup mencolok terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah keriting mengalami penurunan harga, namun cabai rawit merah sempat melonjak hingga kisaran Rp100.000 hingga Rp110.000 per kilogram.
“Cabai merah disebut cabai setan ya, saking mahalnya naik dia, karena pedas katanya, itu naik harganya,” ujar Zulhas.
Ia menambahkan, cabai rawit merah berukuran kecil menjadi yang paling mahal di pasaran saat ini, sementara jenis cabai lainnya masih berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi pangan secara rutin guna menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam waktu dekat, Zulhas juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah, termasuk Lampung dan Jawa Tengah.
Sebelumnya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, tidak berdampak langsung terhadap pasokan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa Indonesia tidak memiliki ketergantungan impor pangan dari kawasan tersebut.
“Perang Timur Tengah itu soal makanan tidak berdampak kepada kita. Karena kita tidak ada impor apapun dari Timur Tengah soal makanan,” tegasnya dalam keterangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi dampak tidak langsung, seperti kenaikan harga minyak dunia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri.
Zulhas juga mengungkapkan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan, termasuk penguatan sektor protein melalui pembangunan tambak serta fasilitas peternakan ayam petelur dan penggemukan ayam di sejumlah daerah, seperti Lampung dan Jawa Timur.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, menyusul keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras dalam waktu relatif singkat.
Menjelang dan selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026, pemerintah memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman dengan harga yang tetap terjangkau.
“Alhamdulillah stok pangan kita lebih dari cukup, tersedia, harga terjangkau. Memang ada yang naik seperti cabai, tapi sekarang sudah cenderung turun. Telur juga masih dalam batas harga acuan,” pungkasnya.
@Iyus

