Menteri PANRB Tinjau Layanan Mudik di Stasiun Gambir, Pastikan Transportasi Aman dan Nyaman
Table of Contents
Jakarta, Monitor Pos - Menjelang periode libur Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026, mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik mulai meningkat. Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Menteri Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meninjau langsung pelayanan transportasi di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas, sistem layanan, serta kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan responsif kepada masyarakat selama periode angkutan Lebaran.
“Hari ini saya ke Gambir untuk melihat pelayanan publik. Karena memang berdasarkan Undang-Undang tentang Pelayanan Publik, Kementerian PANRB diberi tugas untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan-pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah maupun BUMN,” ujar Menteri Rini.
Ia menjelaskan, peningkatan mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran terus menunjukkan tren kenaikan setiap tahun. Untuk menjaga kualitas layanan transportasi publik, Kementerian PANRB juga berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pelaksanaan Survei Pelayanan Publik Masa Mudik Lebaran.
Menurut Rini, survei tersebut bertujuan menangkap pengalaman langsung masyarakat terhadap kualitas layanan transportasi yang mereka terima selama periode mudik. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Itu adalah survei yang kita lakukan bersama-sama dengan KAI, jadi mudah sekali tinggal mengisi barcode, kemudian bisa melakukan penilaian. Penilaian ini tentunya akan menjadi evaluasi kita untuk layanan-layanan ke depan,” ungkapnya.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Rini juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana layanan di stasiun, termasuk loket tiket, layanan pendaftaran face recognition, layanan customer service, serta kesiapan petugas di lapangan. Ia turut mengajak masyarakat untuk aktif memberikan penilaian, aspirasi, maupun pengaduan melalui QR Code Survei Kepuasan Masyarakat maupun kanal pengaduan nasional SP4N-LAPOR!.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, kampanye survei pelayanan publik akan dilakukan di berbagai titik strategis, termasuk stasiun-stasiun besar di wilayah Jawa dan Sumatra, area di dalam kereta api, serta melalui berbagai media komunikasi milik KAI.
Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif memberikan masukan terhadap kualitas layanan transportasi publik. Partisipasi publik tidak hanya menjadi sarana pengawasan sosial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendorong pelayanan publik yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Rini juga berharap kolaborasi antara Kementerian PANRB dan PT KAI dapat terus diperkuat ke depan. Jika hasil survei menunjukkan adanya aspek layanan yang perlu diperbaiki, pihaknya siap bekerja sama untuk melakukan peningkatan kualitas pelayanan.
“Kebijakan kita yang utama adalah citizen centric, jadi pengalaman pengguna menjadi salah satu hal penting. Saya senang PT KAI memudahkan pelanggan menggunakan kereta api dimulai dari pembelian tiket. Jangan bosan untuk kita saling berkoordinasi, kita punya tujuan yang sama supaya masyarakat itu aman dan nyaman,” tuturnya.
Selain itu, Menteri Rini juga menekankan pentingnya layanan publik yang inklusif, terutama bagi kelompok rentan. Ia menegaskan bahwa layanan esensial harus tetap tersedia, berjalan, dan mudah diakses masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, transportasi, dan keamanan.
Hal tersebut sejalan dengan amanat Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Aparatur Sipil Negara selama masa libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sementara itu, Direktur SDM dan Kelembagaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Atih Nurhayati menyampaikan bahwa masa angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, yakni mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Adapun masa posko angkutan Lebaran berlangsung selama 18 hari, yaitu 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa frekuensi perjalanan kereta api KAI Group pada masa angkutan Lebaran 2026 meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan tahun 2025. Selain itu, dukungan sarana transportasi juga ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah, PT KAI juga kembali menghadirkan program angkutan motor gratis (Motis) bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api.
“Program ini bertujuan membantu penumpang mengirimkan sepeda motor menggunakan kereta api secara gratis, sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman,” pungkas Atih.
