Mudik Lebaran 2026: Polri Kerahkan 161 Ribu Personel, Layanan Darurat 110 Perkuat Respons Cepat bagi Pemudik
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan bahwa Polri menyiagakan sekitar 161.000 personel gabungan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna mengamankan arus mudik di seluruh wilayah Indonesia.
“Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri,” ujar Dedi Prasetyo.
Selain pengerahan personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang tersebar di jalur utama mudik di seluruh Indonesia. Pos tersebut terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, serta 343 Pos Terpadu.
Pos-pos tersebut akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis seperti jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.
Dalam pengamanan mudik tahun ini, Polri tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional seperti one way maupun contraflow, tetapi juga memperkuat transformasi layanan publik melalui digitalisasi sistem respons darurat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah optimalisasi layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik.
“Polri terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” kata Dedi.
Ia menjelaskan, layanan tersebut dirancang untuk mempercepat proses pelaporan masyarakat sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan berbagai situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, maupun kendala teknis kendaraan selama perjalanan.
Saat laporan masuk, sistem akan terhubung langsung dengan Command Center Polda maupun Polres terdekat sehingga petugas dapat segera menuju lokasi untuk memberikan bantuan.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat di tengah tingginya mobilitas saat musim mudik Lebaran.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan mudik nasional tidak hanya bergantung pada pengamanan, tetapi juga pada integrasi layanan lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah juga menyiagakan 386 posko layanan komunikasi serta sekitar 2.700 pos layanan kesehatan guna memastikan masyarakat mendapatkan bantuan secara cepat apabila menghadapi kendala selama perjalanan.
Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, digitalisasi layanan darurat 110, serta integrasi layanan lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan mudik nasional yang lebih responsif.
Melalui upaya tersebut, Polri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tenang, sekaligus merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warganya dalam setiap perjalanan menuju kampung halaman.
Chikita
