Pemkab Tuban Serahkan 42 Truk Operasional untuk Koperasi Desa, Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

Table of Contents


Tuban, Monitor Pos - Pemerintah Kabupaten Tuban resmi menyerahkan 42 unit truk operasional kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam sebuah seremoni yang digelar di halaman Kodim 0811 Tuban, Rabu (25/3). Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat peran koperasi desa sebagai penggerak ekonomi berbasis usaha riil.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, Komandan Kodim 0811/Tuban Galih Sakti Pramudyo, Ketua DPRD Tuban Sugiantoro, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari kepolisian dan kejaksaan.

Puluhan truk jenis Mitsubishi Canter FE 74 HDS N berwarna putih tersebut sebelumnya telah tiba di Tuban pada Jumat (20/3) dan kemudian diserahkan langsung kepada kepala desa penerima. Proses distribusi dilakukan dengan pendampingan aparat teritorial, termasuk Danramil dan Babinsa, guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Joko Sarwono menegaskan bahwa kepemilikan aset harus diiringi dengan tata kelola yang baik. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh sistem administrasi dan manajemen keuangan yang tertib.

“Koperasi tidak cukup hanya memiliki kendaraan, tetapi harus ditopang dengan administrasi dan pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya. Ia juga mendorong pengurus KDKMP segera menyusun perencanaan bisnis yang matang agar operasional berjalan terarah dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah turut menekankan pentingnya pencatatan aset secara transparan, khususnya yang dimiliki bersama antara koperasi dan pemerintah desa. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah potensi persoalan hukum di kemudian hari sekaligus menjaga akuntabilitas pengelolaan.

Penyerahan 42 unit truk ini merupakan tahap awal dari total 328 unit yang direncanakan oleh Pemkab Tuban. Koperasi penerima dipilih berdasarkan kesiapan operasional di masing-masing wilayah. Selain itu, pemerintah memastikan adanya pendampingan berkelanjutan, mulai dari aspek administrasi hingga pengembangan usaha, guna mendukung keberhasilan core business KDKMP.

Meski demikian, sejumlah desa masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan lahan untuk menunjang operasional kendaraan. Pemerintah daerah telah menyiapkan solusi teknis, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan bertingkat yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Kepala Desa Simo, Kecamatan Soko, M. Sukur, menyampaikan optimisme terhadap program tersebut. Ia meyakini kehadiran armada operasional ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

“Kami yakin program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memberi dampak positif hingga tingkat daerah,” katanya.

Program KDKMP ini sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui konsep Bangun Deso Noto Kutho, yang menitikberatkan pada penguatan desa sebagai fondasi pembangunan. Dengan dukungan aset yang memadai, koperasi desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal secara berkelanjutan serta memperkuat struktur ekonomi daerah secara menyeluruh.

S Aminah Firdaus