Polda Sumsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 1447 H
Berdasarkan data Operasi Ketupat Musi 2026 hari kesembilan, volume kendaraan di ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung (Tol TERPEKA) mencatatkan angka tertinggi. Di sisi lain, aktivitas penyeberangan mengalami penurunan tajam hingga 88 persen.
Kepala Biro Operasi Polda Sumsel, Muhammad Anis Prasetio Santoso, menjelaskan bahwa pergerakan masyarakat kini didominasi arus balik menuju wilayah perkotaan.
“Data menunjukkan puncak mudik telah berlalu. Saat ini arus balik mulai menguat secara masif. Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bersiaga penuh, terutama menyambut puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada hari ini,” ujarnya.
Data statistik menunjukkan Tol TERPEKA menjadi titik terpadat dengan total 14.179 kendaraan masuk dan 13.029 kendaraan keluar. Sementara itu, ruas Tol Kapal Betung dan Betajam mencatatkan jumlah kendaraan keluar yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan masuk, mengindikasikan peningkatan arus menuju arah Palembang dan sekitarnya.
Pada sektor transportasi publik, terjadi penurunan signifikan pada moda penyeberangan dari 119 ribu menjadi hanya 14 ribu penumpang. Sebaliknya, moda kereta api menunjukkan tren peningkatan, dengan jumlah kedatangan mencapai 2.363 penumpang, melampaui jumlah keberangkatan sebanyak 1.831 penumpang.
Dalam evaluasi keamanan dan keselamatan lalu lintas, Polda Sumsel mencatat 14 peristiwa kecelakaan pada hari keempat Lebaran, yang mengakibatkan 4 korban meninggal dunia, 7 luka berat, dan 17 luka ringan.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Nandang Mu'min Wijaya, menyampaikan keprihatinan atas masih terjadinya korban jiwa.
“Kami sangat menyayangkan munculnya kembali korban jiwa. Hasil evaluasi menunjukkan faktor kelelahan pengemudi menjadi penyebab utama. Satgas Kamseltibcarlantas kini meningkatkan frekuensi kegiatan hingga 136 giat harian untuk menekan angka fatalitas,” tegasnya.
Menghadapi puncak arus balik, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah titik krusial. Kebijakan ini akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan.
Sebagai langkah preventif, Polda Sumsel mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat, antara lain menghindari perjalanan pada puncak arus balik 24 Maret 2026, memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta memperhatikan kecukupan saldo kartu tol.
Selain itu, pengemudi diimbau tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah dan memanfaatkan rest area maupun Pos Pelayanan Operasi Ketupat Musi. Masyarakat juga dapat menggunakan layanan Call Center 110 untuk kebutuhan darurat selama perjalanan.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap warga yang kembali dari kampung halaman dapat sampai ke tujuan dengan aman, lancar, dan selamat,” pungkas Nandang.
Christina Dewi
