Presiden Prabowo Sambut PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam Nuansa Idulfitri di Istana Merdeka

Table of Contents

(Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta, Monitor Pos  ~ Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka dalam suasana silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, rombongan PM Anwar tiba di halaman Istana Merdeka sekitar pukul 16.25 WIB dengan pengawalan 17 pasukan motoris. Presiden Prabowo tampak langsung menyambut kedatangan tamu negara tersebut di sisi barat istana.

Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban, diiringi lantunan lagu daerah “Rasa Sayange” yang dimainkan oleh korps musik. Bahkan, Anwar Ibrahim terlihat ikut menyanyikan lagu tersebut secara singkat mengikuti iringan musik, menambah nuansa persahabatan kedua negara serumpun.

Dalam balutan suasana Idulfitri, kedua pemimpin berjalan berdampingan sambil berbincang akrab sebelum melanjutkan pertemuan resmi di dalam istana. Agenda pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan hubungan bilateral serta peningkatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Malaysia.

Sebelumnya, Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo membuka ruang dialog konstruktif, khususnya dalam merespons dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

“Pertemuan penuh makna bersama Presiden @prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat yang kini menekan keselamatan tenaga serta kestabilan ekonomi dunia,” tulis Anwar melalui akun media sosialnya.

Sebagai negara serumpun, Malaysia dan Indonesia, lanjut Anwar, memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Dalam ketidaktentuan global yang kian meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan keperluan memperkukuh kesepaduan serantau yang berprinsip bagi memelihara keamanan, menjamin kestabilan serta memperkukuh daya tahan ekonomi demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan upaya diplomasi dalam meredakan konflik global, khususnya di Timur Tengah, guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap kondisi kemanusiaan dan perekonomian dunia.

“Kami sepakat untuk mempergiat usaha diplomasi bagi meredakan konflik, melindungi nyawa orang awam serta membuka ruang rundingan ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan,” lanjutnya.

Selain itu, Anwar menekankan pentingnya menjaga stabilitas rantai pasok global serta jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz, agar tidak terdampak konflik geopolitik.

Pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas kawasan, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Ali Amran,C.ILJ.