Seruan Kepada Iran dan Yaman Jadilah Kaum Anshor Era Kini
Table of Contents
SERUAN KEPADA IRAN & YAMAN, JADILAH KAUM ANSHOR ERA KINI, SEBAGAIMANA DAHULU SUKU AUS & KHAZRAJ MENOLONG NABI, TOLONGLAH UMAT ISLAM UNTUK MENEGAKKAN KHILAFAH RASYIDAH YANG KEDUA.
[Tulisan Tanggapan untuk Dr. Ali Larijani, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran].
Bismillahirrahmanirrahiem,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Sengaja saya menulis surat terbuka ini, bukan saja kepada Anda Dr. Ali Larijani, melainkan saya tujukan tulisan ini kepada seluruh umat Islam di dunia, yang telah dipersaudarakan oleh Nabi kita Muhammad SAW, dengan akidah Islam, dengan kalimat 'La illaha Illallah'.
Sebagai pembuka, tentu saya mengucapkan syukur yang tak terkira kepada Allah SWT, karena Qadla-Nya yang menuliskan takdir terjadinya pertempuran heroik, antara saudara kami Muslim Iran dengan setan iblis Amerika dan Zionis Israel, telah membuka mata umat Islam bahkan membuka mata dunia hingga pada posisi yang sangat terbelalak. Ya, dunia telah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Amerika bukanlah super power, Amerika bukanlah yang menghidupkan dan yang mematikan, Amerika bukan tak dapat dikalahkan.
Keberanian, ketangguhan, dan rasa tawwakal yang kuat pada pertolongan Allah, juga sikap kepahlawanan saudara kami di Iran, telah menghapus mitos Amerika Negara Adidaya. Amerika, saat ini telah tersungkur dan jatuh, paga posisi yang sangat hina, yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Bukan hanya itu, Amerika tidak saja dipermalukan karena tak mampu menundukkan Iran, Amerika juga harus menanggung aib karena merengek pada negara-negara sekutu dan antek di kawasan, namun tetap diabaikan. Amerika saat ini telah jatuh pada posisi yang sangat memalukan.
Sementara anak asuh Amerika yakni Zionis Israel, hanya bisa menjerit kesakitan, laksana anjing yang melolong meminta tolong, sambil menangisi sebagian tubuhnya yang telah koyak, hancur, berdarah-darah dan tak bisa lagi berjalan. Zionis Israel hanya bisa berjalan merangkak dan mengais dengan kedua tangan, sementara bagian tubuh dan kakinya telah lumpuh dengan luka yang parah, dengan kucuran darah yang terus membasuhi bumi as Syam, tanah para syuhada, kiblat pertama kaum muslimin.
Sholawat beserta salam, semoga tercurah pada Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Nabi, yang telah membawa Risalah Islam di Mekkah dan Madinah, lalu para sahabat dan kekhilafahan setelahnya membawa Risalah Islam ke seluruh penjuru dunia, kepada seluruh umat dan bangsa.
Saya beserta saudara muslim di Indonesia, juga non arab. Sebagaimana anda di Iran yang merupakan kelanjutan dari bangsa persia non arab. Islam telah mengubah ikatan persaudaraan yang sebelumnya berdasarkan kebangsaan, berubah menjadi ikatan umat yang satu, umat Islam, dengan tujuan jelas untuk mengemban misi sebagai Khalifah di bumi, menyembah kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan dengan sesuatu apapun.
Saudaraku, DR Ali Larijani, juga Kaum Muslimin di Iran dan Yaman.
Mengenai, 6 (enam) poin surat terbuka anda kepada umat Islam dunia, maka secara rinci saya ingin menyampaikan tanggapan sekaligus seruan sebagai berikut :
1. Kami telah menyadari dan menyaksikan sendiri bagaimana saudara kami di Iran telah menjadi sasaran agresi Amerika-Zionis yang menipu yang terjadi selama negosiasi, dengan tujuan untuk menghancurkan Iran. Agresi yang menyebabkan kesyahidan Pemimpin Besar yang rela berkorban dari Revolusi Islam, serta sejumlah warga sipil dan komandan militer.
2. Kami juga menyaksikan, bagaimana para agresor dihadang dengan perlawanan nasional dan Islam yang kuat dari rakyat Iran. Semoga Allah SWT terus menolong Iran dan mengaruniai banyak keberkahan, dari satu kemenangan menuju kemenangan yang lain. Amien.
3. Kami mengetahui bahwa, kecuali dalam kasus-kasus langka dan hanya dalam batas-batas posisi politik, tidak ada negara Islam yang membela rakyat Iran. Meskipun demikian, rakyat Iran, dengan tekad yang kuat, mampu menekan musuh yang menyerang hingga kini musuh tersebut tidak mampu menemukan jalan keluar dari kebuntuan strategis ini.
4. Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri, bagaimana otoritas Mesir bungkam pada penderitaan saudara Muslim di Palestina, bahkan secara sadar membangun 'Tembok Pemisah' untuk menjadikan Palestina sebagai 'Ladang Pembantaian' zionis Israel atas saudara kami di Palestina. Bagaimana Otoritas Arab Saudi, hanya menggunakan jet-jet tempurnya untuk menyerang saudara muslim kami di Yaman berdalih sentimen Sunni Syiah, tapi bungkam pada kekejian zionis Israel. Belum lagi pengkhianatan sejumlah Negara kawasan, baik Arab Saudi, UEA, Irak, Kuwait, Lebanon, Bahrain dan lainnya, yang telah menjadikan wilayah kedaulatan mereka untuk pangkalan militer Amerika, untuk mengontrol penjajahan di kawasan oleh Amerika. Termasuk, pengkhianatan rezim Turki yang tetap menjalin hubungan ekonomi dengen zionis, dan berulangkali hanya mengeluarkan kecaman basi yang tidak bernilai, atas kekejian zionis pada saudara Muslim di Palestina.
5. Dan hanya baru Iran, sekali lagi hanya Iran yang berani mengarahkan moncong senjata, bahkan menghujani wilayah zionis dengan ribuan rudal dan drone, sekaligus menghantam sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan. Sebelumnya, saudara kami di Yaman juga telah menunjukkan sikap ksatria dan penuh kehormatan, melakukan penyerangan kepada sejumlah armada Amerika dan zionis di laut merah untuk membela saudara muslim di Palestina.
6. Kami tegaskan, bahwa Ramadhan kali ini, adalah Ramadhan yang membahagiakan bukan saja bagi muslim di Palestina melainkan juga umat Islam seluruh dunia. Jika pada Ramadhan- Ramadhan yang lalu, zionis menjadikan Ramadhan sebagai bulan ritual pembantaian Muslim Palestina, kali ini muslim palestina bisa khusuk beribadah karena tak dibombardir zionis. Sebaliknya, seluruh muslim di Palestina, juga kaum muslimin yang ada di kawasan, baik di Arab Saudi, UEA, Irak, Kuwait, Lebanon, Bahrain, Turki, Mesir, Malaysia hingga Indonesia, begitu bergembira dan bersuka cita menyaksikan rudal rudal dan drone perkasa Iran meluluhlantakan wilayah pendudukan zionis dan sejumlah pangkalan militer Amerika. Semoga, Allah SWT memberikan balasan kebaikan, atas kebahagiaan yang dipersembahkan oleh Iran dalam Ramadhan kali ini.
5. Kami percaya, Iran terus menempuh jalan perlawanan dalam menghadapi Setan Besar dan Setan Kecil, yaitu Amerika Serikat dan Israel. Namun, tak perlu risau dengan pengkhianatan sejumlah penguasa negeri Islam, yang telah mengabaikan seruan Nabi Muhammad SAW "Barangsiapa mendengar seseorang berseru 'Wahai kaum Muslim!' dan tidak menjawabnya, maka ia bukanlah seorang Muslim.". Jadi, tak perlu bertanya Islam macam apa mereka. Mereka, hanya mengintensifkan kekuasaan untuk menumpuk harta dan kesombongan. Mereka tidak peduli dengan Islam dan umatnya. Mereka, tak pernah memikirkan urusan umat ini, karena itu anda tak perlu kecewa pada mereka, karena mereka memang tak bisa diharapkan.
6. Akan tetapi, lihatlah sikap rakyat Arab Saudi, UEA, Irak, Kuwait, Lebanon, Bahrain, Turki, Mesir, Malaysia hingga Rakyat Indonesia dan negeri muslim lainnya, mereka semua mendukung Anda dan memberikan bantuan yang memungkinan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Lihatlah, pertarungan di ruang sosial media, umat Islam di berbagai negeri kompak membela Iran dan membangun narasi agitasi untuk membungkam kesombongan Amerika dan zionis Israel. Karena itu, lihatlah kami selaku umat Islam yang mendukung Anda, abaikan para penguasa antek itu.
7. Ya, beberapa negara bahkan melangkah lebih jauh, dengan mengatakan bahwa Iran telah menjadi musuh mereka karena menargetkan pangkalan Amerika dan kepentingan Amerika dan Israel di wilayah mereka. Mereka tak pernah meminta maaf atas pengkhianatan mereka yang memberikan izin wilayah kedaulatan untuk memuluskan penjajahan Amerika. Akan tetapi, bersabar dan berbahagialah wahai saudaraku Iran, karena kami umat Islam bersamamu, bukan bersama penguasa antek Amerika itu.
8. Tibalah waktunya, saya menyampaikan pikiran masa depan kita, umat Islam. Kita tak akan memiliki masa depan gemilang, yang mulia, yang membebaskan Palestina, yang menjadikan negeri kaum muslimin bersatu, sebelum kita mencampakkan hambatan politik berupa Nation State (Negara Bangsa) yang diciptakan Inggris, saat memecah belah umat Islam dan meruntuhkan kesatuan Islam dibawah Kekhilafahan Islam. Umat Islam, juga tak akan pernah kembali pada posisinya sebagai Khairu Ummah, yang menjadi rahmat bagi semesta alam, sebelum umat Islam bersatu dan menerapkan syariah Islam secara kaffah, lalu mengemban risalah dakwah Islam ke seluruh penjuru alam. Itu semua, hanya mungkin jika umat Islam kembali menegakkan Daulah Khilafah.
9. Karena itu, kami menyeru kepada saudara kami di Iran dan Yaman, untuk mengambil kemuliaan dengan menolong Islam, sebagaimana dahulu suku Aus dan Khazraj menolong Nabi Muhammad SAW, mendirikan kekuasaan Islam di Madinah.
10. Iran dan Yaman, memiliki kapasitas untuk menolong tegaknya kembali Daulah Khilafah Rasyidah yang kedua, sebagaimana telah dinubuatkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.
11. Iran, dapat menyatukan Yaman sebagai wilayah Daulah Khilafah yang paling awal, untuk selanjutnya melakukan unifikasi negeri-negeri Islam ke pangkuan kekuasaan Islam (Khilafah). Saat Khilafah ditegakkan, maka kaum muslimin di berbagai negeri akan menuntut penguasa di wilayahnya untuk menggabungkan diri dalam yurisdiksi kekuasaan Khilafah. Jadi, masa depan Islam bukanlah negara negara bangsa warisan penjajah, melainkan kesatuan kekuasaan Islam berbentuk Negara Khilafah.
12. Saat Iran dan Yaman mampu mendirikan Khilafah, maka konsolidasi kekuasaan Islam akan mudah dilakukan. Zionis dapat dihapus dari peta dunia, Amerika dapat dipukul mundur dan kembali terisolasi di benua asalnya, dan bumi Palestina dapat segera dibebaskan oleh pasukan Khilafah, sebagaimana dahulu pertama kali dibebaskan oleh tentara Islam dibawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khatab.
Sebagai penutup, kami rela dipimpin bansa Iran karena Islam. Sehingga, bangsa Iran dimuliakan karena mengemban risalah Islam. Kami berdoa, agar bangsa Iran mendapatkan giliran dimuliakan oleh Islam, sebagaimana bangsa Arab dan Turki pernah dimuliakan oleh Islam, dengan Kekhilafahan Islam.
Tolonglah umat Islam, tolonglah dunia, bahkan tolonglah bangsa Iran dan Yaman, dengan segera memberikan pertolongan untuk menegakkan Khilafah. Segera bersinergi lah, dengan saudara muslim lainnya, yang telah merintis jalan perjuangan Khilafah dan Istiqomah meniti di jalur perjuangan tanpa bergeser sedikitpun.
Semoga Allah SWT memuliakan Anda dengan Khilafah.
Jakarta, 17 Maret 2026
Saudaramu,
Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat & Aktivis Islam
Wassalamua'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Walhamdulillahirabbil 'alamien.