Usir Dubes AS Dari Jakarta

Table of Contents
USIR DUBES AMERIKA DI JAKARTA, KOBARKAN SEMANGAT PERSATUAN KAUM MUSLIMIN, SELAMATKAN KEPENTINGAN NASIONAL INDONESIA

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat & Aktivis 

Otoritas Iran, kembali melakukan serangan telak terhadap Amerika dan Zionis Israel. Setelah melakukan serangan militer secara telak ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, kini Iran melakukan serangan ekonomi dan politik telak pada Amerika dan zionis Israel dengan menerapkan protokol pelintasan selat Hormouz.

Iran, telah memberikan syarat mengusir Dubes Amerika dan Israel bagi Negara-negara yang menginginkan kapalnya bisa melewati selat tersebut. Sebagaimana diketahui, selat Hormouz merupakan jalur pelayaran paling sibuk di dunia, dimana 20 % suplai cadangan minyak dunia melalui jalur ini.

Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menerapkan blokade dan memberikan syarat bagi negara-negara yang ingin melintasi jalur strategis tersebut. Iran menyatakan bahwa negara-negara (terutama Arab dan Eropa) yang mengusir duta besar (dubes) Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka, akan diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa batasan.

Adapun Indonesia, sudah beberapa dekade ini telah menjadi negara importir minyak. Konsumsi BBM Indonesia telah mencapai hingga 1,6 juta barel per hari, dimana 1 juta barel merupakan minyak import.

Sejumlah minyak import Indonesia diantaranya berasal dari kawasan Arab yang rutenya melewati selat Hormouz. Informasi terakhir, setidaknya ada 2 kapal tanker Pertamina yang tertahan di selat Hormouz.

Karena itu, Indonesia perlu untuk mengambil langkah evaluasi terhadap hubungan diplomatik dengan Amerika sekaligus mengusir Dubes Amerika di Jakarta, dengan beberapa alasan :

Pertama, Amerika secara telanjang telah memamerkan gaya preman, atau meminjam istilah politisi inggris dengan sebutan 'Gangster Internasional' dalam melakukan hubungan internasional. Amerika semaunya menangkap kepala negara berdaulat (Venezuela), dan tanpa rekomendasi PBB Amerika bersama Zionis Israel langsung menyerang Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Negara preman seperti ini sangat berbahaya bagi kepentingan nasional Indonesia. Kalaupun Indonesia tidak diserang seperti Iran, atau kepala negaranya tidak diculik seperti Venezuela, pastilah Indonesia telah dipalak oleh Amerika sebagai upeti dan jaminan keamanan. Terbukti, Indonesia dipalak Amerika melalui perjanjian kesepakatan dagang resiprokal yang sama sekali tidak imbang, tidak adil dan sangat merugikan Indonesia.

Belum lagi, Indonesia diperalat gabung Board Of Peace (BOP) dan pasukan TNI dicokok hidungnya seperti sapi bajak, menuruti keinginan Trump untuk menjadi pasukan pengaman Trump di jalur Gaza.

Kedua, hubungan dengan Amerika dan Israel harus diletakkan pada poros kepentingan nasional Indonesia, bukan berdasarkan keinginan Trump atau Benyamin Netanyahu. Karena itu, sangat keliru pernyataan Prabowo Subianto yang menjadikan keamanan Israel sebagai asas perdamaian dan kemerdekaan Palestina. 

Prabowo juga salah telak, ketika mencoba membuka wacana hubungan diplomatik dengan Israel. Konstitusi Indonesia jelas anti penjajah, dan fokus pada perdamaian dunia. Misi ini hanya bisa dijalankan, jika Indonesia memutus hubungan dengan negara penjajah. Karena itu, mengusir Dubes Amerika di Jakarta, termasuk menutup rapat opsi diplomatik dengan Israel menjadi syarat mutlak untuk menjalankan konstitusi.

Ketiga, Indonesia adalah negeri yang mayoritasnya Islam. Sebagai negeri Islam, Indonesia harus mengutamakan sikap keberpihakan kepada saudara muslim baik yang ada di Palestina maupun di Iran, ketimbang membebek pada Amerika dan Zionis Israel.

Keempat, kepentingan nasional Indonesia selain mewujudkan perdamaian dan menghapus penjajahan, juga memastikan terpenuhinya hajat rakyat. Dengan mengusir Dubes Amerika di Jakarta, Indonesia akan mendapatkan jaminan pasokan minyak yang aman, khususunya yang melalui jalur selat Hormouz.

Gangguan pasokan minyak, dapat berdampak multi efek. Dari defisit APBN yang kian menganga, kenaikan harga dan kelangkaan BBM, hingga kenaikan harga-harga dan sulitnya memenuhi kebutuhan pokok untuk memenuhi hajat hidup rakyat.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera usir Dubes Amerika di Jakarta. Takbir ! [].