Agita Nurfianti Tekankan Pemerataan Fasilitas Olahraga Daerah dalam Raker Komite III DPD RI bersama KONI

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos ~ Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat, Agita Nurfianti, menyoroti urgensi pemerataan pembangunan serta pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga di seluruh daerah. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang digelar di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta.Senin ( 20/4/2026)

Dalam forum tersebut, Agita menegaskan bahwa persiapan infrastruktur olahraga untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) harus menjadi perhatian serius. Namun, menurutnya, pengembangan fasilitas olahraga di tingkat provinsi tidak boleh terabaikan karena menjadi fondasi utama pembinaan atlet nasional.

Ia menekankan bahwa banyak cabang olahraga terus berkembang, sementara sejumlah fasilitas lama mulai mengalami penurunan kualitas akibat minimnya perawatan.

“Persiapan untuk PON memang penting dan harus maksimal, tetapi yang tidak kalah penting adalah pembaruan dan penambahan fasilitas olahraga di daerah. Banyak cabang baru tumbuh, sementara sejumlah sarana yang ada sudah membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Agita juga mengingatkan bahwa proses pembinaan atlet berawal dari daerah. Para atlet yang tampil di ajang nasional, termasuk PON, merupakan hasil pembinaan di provinsi masing-masing sehingga membutuhkan dukungan fasilitas latihan yang memadai.

“Bibit atlet lahir dari daerah. Karena itu, ketersediaan fasilitas yang layak menjadi syarat penting agar mereka bisa berlatih dan berprestasi secara optimal,” tambahnya.

Secara khusus, ia menyoroti kondisi di Jawa Barat yang memiliki cukup banyak fasilitas olahraga, namun masih menghadapi tantangan dalam hal perawatan dan kejelasan kewenangan pengelolaan. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menghambat proses pembinaan atlet.

Agita mencontohkan fasilitas arena sepatu roda di GOR Saparua, Bandung, yang memiliki infrastruktur cukup baik namun terkendala saat membutuhkan perbaikan. Selain itu, ia juga menyinggung meningkatnya minat terhadap cabang olahraga baru seperti skateboard yang belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan fasilitas.

Sementara itu, Wakil I Ketua Umum KONI Mayjen TNI (Purn) Suwarno menyoroti pentingnya optimalisasi sarana olahraga yang sudah ada di daerah. Ia menilai keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama, sehingga pemanfaatan fasilitas eksisting perlu dimaksimalkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan sektor swasta.

Menurut Suwarno, banyak fasilitas kampus maupun sarana olahraga milik swasta yang sebenarnya dapat digunakan untuk mendukung pembinaan atlet daerah.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan fasilitas baru untuk tuan rumah PON sebaiknya tidak menjadi prioritas utama. Renovasi dan penyesuaian standar fasilitas yang sudah ada dinilai lebih efektif dan efisien, selama mengacu pada ketentuan cabang olahraga terkait.

Menutup pernyataannya, Agita menegaskan bahwa penguatan ekosistem olahraga di daerah merupakan kunci dalam membangun prestasi nasional. Dengan fasilitas yang memadai dan terawat, ia meyakini lahirnya atlet berprestasi dari daerah akan semakin terbuka dan berkelanjutan.

@Iyus