Bang Azran Hadiri Festival Walet Emas 2026, Soroti Peran Silaturahmi dan Harmoni Budaya
Festival Walet Emas 2026 merupakan bagian dari rangkaian Halal Bihalal dan peringatan Hari Kartini, dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh IWAKK Walet Emas sebagai wadah silaturahmi warga asal Kebumen yang kini menetap di Jakarta.
Dalam sambutannya, Bang Azran menegaskan bahwa silaturahmi merupakan fondasi utama dalam memperkuat persatuan bangsa, termasuk di tengah dinamika masyarakat urban yang heterogen. Ia menilai komunitas perantauan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara identitas budaya dan kontribusi sosial.
“Silaturahmi adalah fondasi penting dalam kehidupan berbangsa. Warga perantauan seperti masyarakat Kebumen mampu menjaga akar budaya sekaligus berkontribusi sebagai bagian dari warga Jakarta. Ini mencerminkan integrasi sosial yang kuat,” ujar Bang Azran.
Festival berlangsung semarak dengan beragam kegiatan budaya dan ekonomi kerakyatan. Pertunjukan seni tradisional seperti wayang kulit, kuda lumping (ebeg), hingga kesenian Betawi menjadi simbol harmonisasi budaya di ruang publik ibu kota. Selain itu, bazaar UMKM dan kuliner khas daerah turut menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, penyelenggara juga menghadirkan program Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Inisiatif ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan interaktif, termasuk penukaran kupon hadiah serta kesempatan memperoleh doorprize menarik seperti sepeda motor, sepeda, perangkat elektronik, hingga hadiah hiburan lainnya.
Bang Azran menilai, keberagaman budaya yang ditampilkan dalam festival ini merupakan cerminan kekuatan bangsa Indonesia. Menurutnya, pertemuan budaya Jawa dan Betawi dalam satu ruang menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi perekat persatuan.
“Perpaduan budaya adalah kekuatan kita. Ketika berbagai budaya hadir dalam harmoni, di situlah wajah Indonesia yang sesungguhnya terlihat. Keberagaman yang dirawat dengan baik akan memperkuat persatuan dan mendorong kemajuan bangsa,” tegasnya.
Festival Walet Emas sendiri mengusung filosofi “Wani lan Ulet” (berani dan ulet) serta “Eling marang asal” (ingat akan asal-usul), yang mencerminkan karakter masyarakat perantauan yang tangguh namun tetap menjunjung nilai budaya dan kebersamaan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto, Menteri Koperasi Sita Komala Dewi, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Chris Kuntadi, serta mantan Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus Wahid Supriyadi.
Melalui kegiatan ini, semangat silaturahmi, kepedulian sosial, serta harmoni budaya diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.
@Iyus
