BGN Perkuat Sinergi Pengawasan Pangan di Sulawesi Selatan untuk Dukung Program MBG
Dalam kegiatan tersebut, tim BGN tidak hanya melakukan koordinasi, tetapi juga meninjau fasilitas laboratorium serta sistem pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Hal ini dianggap krusial untuk memastikan setiap bahan pangan yang beredar, baik dari dalam maupun luar daerah, aman dan layak konsumsi, khususnya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari mitigasi risiko keamanan pangan secara nasional.
“Kehadiran kami di Makassar bertujuan membangun kesepahaman awal dengan otoritas karantina. Kami ingin memastikan rantai pasok Program MBG didukung sistem pengawasan andal, sehingga setiap hidangan yang sampai ke masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga aman,” ujar Hidayati.
Ia menambahkan, kolaborasi teknis antara BGN dan unit pelaksana teknis karantina di daerah menjadi kunci utama deteksi dini terhadap potensi risiko penyakit atau kontaminasi bahan pangan, sehingga kualitas konsumsi nasional tetap optimal.
Sebagai garda terdepan di Sulawesi, Balai Besar Karantina memegang peran vital dalam pemeriksaan, pengujian standar, dan tindakan karantina terhadap berbagai komoditas pangan. Kepala Balai Besar, Siti Chadijah, menyambut hangat kunjungan BGN dan menegaskan komitmen jajarannya.
“Kami siap mendukung penuh melalui pengujian laboratorium presisi dan pengawasan ketat di lapangan. Kunjungan kerja ini memperkuat semangat kami untuk memastikan seluruh bahan pangan, khususnya untuk Program MBG, sehat, layak, dan bebas dari ancaman hama penyakit,” kata Siti Chadijah.
Pertemuan ini menandai awal kolaborasi intensif antara kedua lembaga, menegaskan komitmen menjaga kedaulatan pangan dan keamanan konsumsi masyarakat dari hulu hingga hilir.
Siti Salma
