Drainase Tak Mampu Tampung Hujan, Sejumlah Wilayah Palembang Terendam Banjir
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sistem drainase, kolam retensi, serta anak-anak Sungai Musi meluap. Akibatnya, genangan air meluas ke berbagai wilayah permukiman, termasuk Sekip Bendung, Angkatan 66, Mayor Ruslan, Dwikora, serta kawasan belakang kampus lama UIN Raden Fattah.
Selain itu, sejumlah jalan utama turut terdampak, di antaranya kawasan Soekarno Hatta, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II KM 11, Jalan Jepang di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kolonel Barlian, Basuki Rahmad, R Sukamto, Demang Lebar Daun, hingga Jalan Bay Salim. Genangan tersebut memicu kemacetan panjang, bahkan menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mogok akibat terendam air.
Seorang warga mengungkapkan bahwa kondisi ini kerap terjadi setiap kali hujan deras turun dalam durasi lama. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang berulang.
“Kami berharap ada program pengendalian banjir yang lebih efektif, sehingga saat hujan deras tidak lagi terjadi genangan di banyak titik,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, sebelumnya telah menyatakan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan satuan tugas (satgas) banjir. Satgas tersebut terdiri dari gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) yang siap merespons cepat potensi genangan, khususnya di wilayah yang telah dipetakan rawan banjir.
Menurutnya, langkah antisipatif ini diharapkan mampu meminimalkan dampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi berlangsung lebih dari satu jam.
Christina Dewi
