Fenomena Kyai Cabul Menurut Imam Al-Ghazali

Table of Contents

وقد يظهر بعضهم زي التصوف وهيئة الخشوع وكلام الحكمة على سبيل الوعظ والتذكير وإنما قصده التحبب إلى امرأة أو غلام لأجل الفجور

“Dan sungguh ada sebagian dari mereka (kiai/ustadz) berpenampilan dengan model seperti kaum sufi, sikapnya khusyuk dan kata-katanya penuh hikmah sebagai bentuk nasihat dan pengingat, padahal sebenarnya tujuannya adalah untuk menarik simpati perempuan atau anak-anak remaja agar bisa diajak berbuat maksiat, " (Al-Ghazali, Ihya 'Ulumiddin, 3/310).

Itu adalah pernyataan Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya yang ditulis ratusan tahun yang lalu. Pernyataan yang sangat kuat mengindikasikan bahwa fenomena c4bul semacam itu rupanya sudah ada dari jauh-jauh hari.

Sebuah fenomena munculnya para tokoh Agama yang berpenampilan klimis, khusyu', selalu merangkai kata-kata hikmah nan indah tetapi ternyata dia adalah predator kel4min yang sangat berbahaya.

Apa masalah utamanya? Tidak lain adalah kesempatan yang sangat besar bagi para pelakunya. Di saat banyak orang sudah mengaguminya secara berlebihan, maka di saat itu pula hawa nafsu mulai mengarahkan. Mereka yang begitu kagum akan merasa biasa saja ketika diperlakukan dengan sangat menjijikan.

Padahal hakikatnya syariat Islam sudah mengajarkan tindakan preventif untuk menghindari hal itu, yakni dengan cara melarang ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Tidak peduli sekalipun itu guru dengan murid, santri dengan kiai. Apalagi selain dari itu.

Sayangnya, syariat Islam yang sangat baik itu saat ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak relevan, ketinggalan zaman, sehingga jangan heran apabila masih ada orang-orang yang menganggap aneh apabila ada orang lain yang mau mengamalkan. []

Ustadz Fahmi al-Anjatani
Pon-Pest ABA Cirebon