Gubernur Sumbar Tekankan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan dan Pusat Sejarah Bangsa

Table of Contents


Bukittinggi, Monitor Pos - Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan kembali posisi strategis Kota Bukittinggi sebagai salah satu pusat sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Hal itu disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Bukittinggi, Rabu (29/4/2026).

Mahyeldi menekankan bahwa Bukittinggi tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki nilai historis yang sangat kuat, terutama sebagai pusat pemerintahan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menjadi bagian penting dalam keberlangsungan negara.

“PDRI adalah penyambung nyawa Indonesia. Tanpa PDRI, perjalanan Republik Indonesia bisa sangat berbeda,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, warisan sejarah yang dimiliki Bukittinggi harus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas kota sekaligus penguatan destinasi wisata sejarah nasional. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kata dia, mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperkuat kawasan bersejarah tersebut.

Menurutnya, Bukittinggi memiliki rekam jejak panjang, mulai dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga menjadi pusat pemerintahan darurat republik. Seluruh jejak sejarah itu dinilai perlu didokumentasikan secara sistematis dan komprehensif.

“Seluruh peristiwa sejarah di Bukittinggi harus dicatat dengan baik. Ini penting untuk mengokohkan posisi Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan,” tegasnya.

Mahyeldi juga menyinggung potensi ikon Jam Gadang yang dinilai memiliki peluang untuk diusulkan ke tingkat internasional, termasuk pengakuan UNESCO. Namun, saat ini pemerintah daerah masih memprioritaskan penguatan dokumen untuk pengembangan kawasan geopark di Sumatera Barat.

Ia menyebut momentum 100 tahun Bukittinggi pada 2026 menjadi kesempatan penting untuk menata dan melengkapi seluruh dokumen sejarah serta pengembangan destinasi unggulan daerah secara bertahap.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengaku terkesan dengan kekayaan alam dan nilai sejarah Bukittinggi. Ini menjadi kunjungan pertamanya ke kota tersebut sejak menjabat sebagai menteri.

“Bukittinggi luar biasa indah dan memiliki daya tarik sejarah yang kuat. Ini sangat potensial untuk masuk dalam jaringan promosi pariwisata unggulan nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata Republik Indonesia siap mendukung pengembangan dan promosi destinasi unggulan daerah agar semakin dikenal di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memaparkan sejarah panjang kota yang akan genap berusia 100 tahun pada 26 Juni 2026. Ia juga menyoroti Jam Gadang sebagai ikon utama yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik wisata tinggi.

Ramlan berharap adanya dukungan tenaga ahli dan konsultan untuk memperkuat tata kelola pariwisata agar pengembangan sektor ini semakin profesional dan berkelanjutan.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama antara Menteri Pariwisata, pemerintah daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Shaf Rijal