Kabupaten Konawe Gelar Lulo Massal Terbesar, Momentum Budaya Menuju Rekor Nasional
Table of Contents
Konawe, Monitor Pos - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe mencatatkan capaian spektakuler melalui penyelenggaraan Festival Lulo Kolosal yang berhasil memecahkan Rekor Muri Indonesia (MURI), dan Rekor Dunia,bahkan diklaim menorehkan rekor dunia sebagai tarian Lulo dengan jumlah peserta terbanyak,Sabtu ( 11/4/2026 )
Kegiatan yang berlangsung meriah ini diawali dengan tarian Lulo bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe beserta Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., GR. Hadir pula Direktur MURI, Umar Semesta Susilo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, termasuk Sekretaris Daerah, Wakil Ketua DPRD, Wakapolres Konawe, serta Ketua Dharma Wanita Kabupaten Konawe.
Festival ini melibatkan partisipasi masif dari berbagai elemen masyarakat dan institusi. Peserta berasal dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa, serta melibatkan tenaga pendidik melalui PGRI, tenaga kesehatan dari puskesmas, pelajar SMP dan SMA, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, instansi vertikal, DPRD, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga organisasi kemasyarakatan.
Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang terlibat mencapai 26.126 orang. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercatat di Kota Kendari dengan sekitar 25.000 peserta. Capaian ini menempatkan Konawe sebagai penyelenggara Lulo kolosal terbesar, sekaligus memperkuat posisi tarian tradisional tersebut di panggung nasional maupun internasional.
Secara kultural, Lulo merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Sulawesi Tenggara. Melalui pelaksanaan secara kolosal, nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang terkandung di dalamnya semakin ditegaskan di tengah kehidupan masyarakat modern.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi seremonial, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong promosi pariwisata berbasis kearifan lokal. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari agenda budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Siti Salma
