Keracunan Massal di Empat Sekolah Pondok Kelapa, Pemprov DKI Tindak Cepat”

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos - Sebanyak 135 siswa dan tenaga pendidik dari empat sekolah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada Kamis (2/4/2026). Insiden ini diduga berkaitan dengan konsumsi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah bergerak cepat menanggapi kejadian tersebut. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh hingga pulih, termasuk komponen yang tidak tercakup dalam skema BPJS Kesehatan.

Jaminan tersebut disampaikan oleh Pramono Anung saat meninjau langsung kondisi korban di RSKD Duren Sawit pada Sabtu (4/4). Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme pembiayaan terpadu agar orang tua tidak terbebani selama proses perawatan berlangsung.

“Biaya yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan akan menjadi tanggung jawab BGN,” ujar Pramono.

Korban yang terdaftar sebagai peserta BPJS tetap memperoleh layanan sesuai ketentuan. Sementara itu, kebutuhan medis di luar cakupan BPJS akan ditangani melalui koordinasi antara BGN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta pihak rumah sakit.

Data sementara mencatat empat sekolah terdampak, yakni SDN Pondok Kelapa 09 (33 siswa), SDN Pondok Kelapa 01 (37 siswa), SDN Pondok Kelapa 07 (31 siswa), serta SMAN 91 (34 siswa dan guru). Seluruh korban sempat menjalani perawatan usai mengonsumsi makanan dari program MBG sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Pramono, kondisi para korban saat ini telah stabil dan memasuki fase pemulihan. Ia optimistis sebagian besar pasien dapat segera kembali beraktivitas dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, kondisi sudah stabil dan dalam tahap pemulihan. Mudah-mudahan satu hingga dua hari ke depan sudah selesai,” katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk penegakan akuntabilitas terhadap pihak terkait.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius sekaligus ujian awal bagi sistem pengawasan program MBG yang saat ini telah diterapkan di ratusan sekolah di wilayah Ibu Kota.

Sulaiman