Korps Marinir Uji Kesiapsiagaan Tempur, Simulasikan Pertahanan Pangkalan di Cilandak

Table of Contents

Jajaran kendaraan tempur dan kesenjataan berat disiagakan di lapangan Brigif 1 Marinir sebagai bagian dari simulasi pertahanan pangkalan terhadap ancaman serangan darat. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, Monitor Pos  - Prajurit Korps Marinir terus memperkuat kesiapsiagaan tempur melalui latihan intensif pertahanan pangkalan yang digelar di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Aktivitas latihan yang berlangsung pada Rabu (8/4) tersebut menampilkan pergerakan taktis pasukan dalam menghadapi berbagai skenario ancaman.

Latihan dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1, Ili Dasili, dengan tujuan memastikan kesiapan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam merespons perintah secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Skenario yang dilatihkan menggambarkan peningkatan eskalasi gangguan keamanan hingga berujung pada serangan mendadak terhadap markas. Ancaman yang disimulasikan mencakup serangan dari jalur darat serta udara, sehingga menuntut respons terpadu dari seluruh unsur pasukan.

Sebelum pelaksanaan manuver lapangan, kegiatan diawali dengan tactical floor game (TFG), yakni simulasi taktis menggunakan peta untuk menentukan titik pertahanan dan pembagian sektor secara presisi. Setelah sirine tanda dimulainya latihan dibunyikan, prajurit bergerak cepat menempati posisi steling guna membentuk sistem pertahanan berlapis.

“Saya tekankan setiap prajurit harus mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi setiap dinamika tugas,” ujar Ili Dasili dalam keterangan resmi, Kamis (9/4).

Selain menguji kesiapan fisik dan kemampuan tempur, latihan ini juga menjadi sarana evaluasi sistem komando dan kendali. Rantai komunikasi antarunsur diuji secara ketat untuk memastikan koordinasi tetap berjalan efektif dalam kondisi darurat.

Menurut Ili Dasili, kompleksitas ancaman ke depan menuntut kesiapan yang lebih tinggi, baik dari sisi mental maupun kemampuan teknis prajurit.

“Ancaman ke depan semakin kompleks, sehingga menuntut kesiapan fisik, mental, serta kemampuan tempur yang selalu terasah,” tegasnya.

Melalui latihan berkelanjutan, Korps Marinir menargetkan peningkatan profesionalisme prajurit tidak hanya dalam operasi militer perang, tetapi juga dalam tugas nonmiliter.

Kemampuan tersebut mencakup pengamanan objek vital nasional, dukungan operasi kemanusiaan, hingga penanggulangan bencana alam. Latihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Laut dalam membangun kekuatan yang responsif dan adaptif terhadap berbagai potensi ancaman terhadap kedaulatan negara.

Akbar Saputra