Massa Mengaku Perwakilan Perusahaan Datangi Perkebunan Sawit di Indragiri Hilir, Warga Resah
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tersebut datang dengan kekuatan sekitar 360 orang. Mereka menggunakan sedikitnya enam unit truk jenis Canter, empat mobil pribadi, serta satu unit kendaraan Gran Max. Kedatangan mereka disebut-sebut dilandasi oleh dokumen berupa surat perintah yang diklaim sebagai dasar tindakan di lapangan.
Pihak manajemen PT Indrawan Perkasa menyatakan telah melakukan klarifikasi terhadap kelompok tersebut. Dari hasil penelusuran internal perusahaan, kejadian serupa disebut telah terjadi hingga tiga kali. Perusahaan juga menilai dokumen yang ditunjukkan oleh pihak yang mengaku dari Agrinas Palma tersebut tidak memiliki kejelasan serta diragukan dasar hukumnya.
Manajemen perusahaan menduga kehadiran massa dalam jumlah besar itu merupakan upaya untuk memberikan tekanan sekaligus indikasi percobaan penguasaan lahan perkebunan yang saat ini dikelola secara sah oleh perusahaan.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat sekitar. Warga Desa Kuala Lemang mengaku merasa tidak nyaman dan khawatir potensi konflik dapat terjadi jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak yang mengatasnamakan Agrinas Palma maupun dari instansi berwenang terkait insiden tersebut. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan guna memastikan kepastian hukum serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Kontributor Lindu
