Mendagri Dorong Transformasi Kerja ASN Daerah, WFH dan Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari penerapan sistem kerja fleksibel, termasuk skema work from home (WFH), yang kini mulai diberlakukan bagi ASN di tingkat daerah. Melalui aturan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menyesuaikan pola kerja dengan perkembangan zaman tanpa mengurangi produktivitas.
Selain pengaturan kerja jarak jauh, pemerintah juga menginstruksikan pembatasan perjalanan dinas yang dinilai tidak mendesak. Langkah ini bertujuan untuk menekan pengeluaran daerah sekaligus memastikan anggaran digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Penerapan kebijakan ini telah dimulai sejak awal April 2026 dan akan terus diawasi serta dievaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap kinerja birokrasi.
Pemerintah menegaskan bahwa perubahan sistem kerja tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas layanan kepada masyarakat. ASN tetap dituntut menjaga profesionalisme, disiplin, dan kinerja meskipun bekerja dari lokasi yang lebih fleksibel.
Melalui kebijakan ini, diharapkan terbentuk budaya kerja baru yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil. Transformasi tersebut juga menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Syafira
