Muhammad Tito Karnavian Dorong Sumbagsel Susun Program Pembangunan Konkret 2027–2029
Forum silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan masyarakat perantau, tetapi juga diarahkan sebagai ruang konsolidasi gagasan pembangunan daerah. Mendagri menilai inisiatif dari tokoh Sumbagsel dapat menjadi modal sosial penting dalam memperkuat perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan wilayah.
Tito menegaskan bahwa penguatan identitas kedaerahan tidak boleh dimaknai secara sempit, melainkan harus diarahkan menjadi energi kolektif untuk mendorong percepatan pembangunan. Ia menekankan pentingnya program yang memiliki target jelas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka waktu menengah.
Ia juga mendorong pemerintah daerah di kawasan Sumbagsel untuk merumuskan agenda prioritas yang realistis, dengan fokus pada hasil yang dapat dicapai dalam kurun waktu sekitar tiga tahun. Menurutnya, pendekatan berbasis hasil akan membantu memastikan efektivitas kebijakan pembangunan di daerah.
Sebagai salah satu contoh, ia menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas antarwilayah. Pengembangan jaringan jalan dan akses transportasi di Pulau Sumatera dinilai berperan penting dalam memperkuat arus barang dan jasa, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru, termasuk sektor pariwisata.
Hasil diskusi dalam forum tersebut, lanjutnya, akan dibawa ke pembahasan lanjutan bersama pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan terkait. Tujuannya adalah memastikan program prioritas yang disusun dapat diintegrasikan dalam kebijakan pembangunan nasional.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap lahir sejumlah program strategis yang tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di daerah.
“Setidaknya sampai 2029 ada warisan pembangunan yang bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Tito.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, antara lain Ketua Sultan Bachtiar Najamudin, Zulkifli Hasan, Dudy Purwagandhi, serta Yandri Susanto, bersama para kepala daerah dan tokoh masyarakat Sumbagsel.
Christina Dewi
