Negosiasi 21 Jam di Islamabad Buntu, Amerika Serikat–Iran Gagal Capai Kesepakatan
Laporan sejumlah media Iran pada Minggu (12/4) menyebutkan bahwa proses negosiasi yang berjalan intensif tersebut gagal mencapai titik temu akibat perbedaan mendasar dalam posisi kedua delegasi. Kantor berita Tasnim News Agency menyoroti adanya tuntutan yang dinilai berlebihan dari pihak Amerika Serikat, sehingga menghambat terbentuknya kesepahaman bersama.
Dalam perundingan tersebut, delegasi Iran disebut telah mengajukan sejumlah inisiatif baru sebagai bagian dari upaya membuka ruang kompromi. Namun, pendekatan keras dari pihak Amerika dinilai menjadi faktor dominan yang memperlambat kemajuan dialog.
Media penyiaran pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting melaporkan bahwa tim negosiator Iran terlibat dalam pembicaraan maraton selama hampir satu hari penuh, dengan fokus menjaga kepentingan nasional. Meskipun demikian, perbedaan tajam atas sejumlah isu strategis membuat perundingan tidak menghasilkan terobosan berarti.
Upaya fasilitasi oleh Pakistan untuk melanjutkan pembahasan dan menyelaraskan draf kesepakatan pada Minggu pagi juga tidak membuahkan hasil. Hingga kini, belum ada kepastian terkait waktu maupun lokasi untuk putaran perundingan selanjutnya.
Kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa Iran menolak beberapa poin utama yang diajukan Amerika Serikat, termasuk isu yang berkaitan dengan Selat Hormuz, program nuklir damai Iran, serta permintaan pemindahan material nuklir ke luar wilayah negara tersebut.
Dalam pandangan Iran, pendekatan diplomatik yang diambil Amerika Serikat dinilai sebagai upaya untuk mencapai tujuan yang sebelumnya tidak berhasil diraih melalui jalur militer. Laporan tersebut juga menyebut bahwa delegasi Amerika tidak menunjukkan indikasi pelonggaran tuntutan, bahkan dinilai cenderung memperkuat posisi awalnya.
Pertemuan di Islamabad ini menjadi salah satu kontak langsung paling signifikan antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran 1979. Perundingan berlangsung di tengah situasi kawasan yang masih diliputi ketegangan, meskipun terdapat gencatan senjata sementara yang bersifat rapuh dalam beberapa pekan terakhir
Red