Polisi Gelar Operasi Terpadu Berantas Premanisme di Jakarta Selatan
Apel kesiapan operasi dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, I Putu Yuni Setiawan, dengan mengerahkan personel dari sejumlah kepolisian sektor, di antaranya Polsek Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, hingga Pesanggrahan.
Selain unsur kepolisian, operasi ini turut melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dan organisasi kemasyarakatan lainnya di kawasan Cilandak dan sekitarnya.
Kapolres menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. “Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan maupun aksi premanisme. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Cilandak, Gusprihatin Zen, menekankan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga upaya pencegahan melalui pelibatan masyarakat.
“Kami mendorong masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungannya. Sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini,” katanya.
Dukungan terhadap operasi tersebut juga disampaikan Ketua FKPPI Rayon Cilandak, Ruddi Yuswanto, yang menegaskan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan aparat dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” ucapnya.
Hal senada disampaikan perwakilan FKPPI bidang pertahanan dan keamanan yang menilai kolaborasi antara aparat dan masyarakat sebagai faktor penting dalam memberantas premanisme secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui operasi terpadu ini, kepolisian berharap angka kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan, dapat ditekan secara signifikan serta mampu meningkatkan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Jakarta Selatan.
Beny Fery A
