Politisi Muda DPD RI Kecam Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Dorong Penindakan Tegas
Dalam keterangannya, Yashinta menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak tidak dapat ditoleransi, terlebih terjadi di fasilitas yang memiliki tanggung jawab pendidikan dan perlindungan.
“Saya sangat marah dan mengecam segala bentuk kekerasan terhadap anak, apalagi ini terjadi di tempat penitipan anak yang seharusnya memberikan perlindungan dan pendidikan. Aparat penegak hukum harus berani bertindak tegas dan mengusut kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.
Yashinta juga menyampaikan dukungan terhadap langkah cepat Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Pemerintah Kota Yogyakarta dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh daycare di wilayah tersebut.
“Saya mendukung penuh langkah Pak Hasto dan jajaran Pemkot untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika ditemukan pelanggaran serupa, izin operasional harus dicabut dan pelaku diberikan sanksi tegas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yashinta menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengawasan nasional melalui perannya di Kaukus Parlemen Perempuan Republik Indonesia. Ia berencana mendorong koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak guna memperketat regulasi dan pengawasan terhadap tempat penitipan anak di seluruh Indonesia.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk turut aktif mengawasi dan melaporkan dugaan pelanggaran tanpa rasa takut.
“Masyarakat memiliki peran penting dalam pengawasan. Jangan ragu untuk bersuara jika menemukan hal yang tidak beres. Saya juga terbuka menerima aduan kapan pun,” tegasnya.
Hingga saat ini, proses penyelidikan kasus kekerasan di Daycare Little Aresha masih terus berlangsung. Aparat telah menetapkan 13 tersangka. Meski demikian, Yashinta menekankan bahwa pengawasan publik dan evaluasi berkelanjutan oleh pemerintah tetap diperlukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Joko Kartono
