Tito Karnavian Minta Praja IPDN Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana di Aceh Tamiang

Table of Contents


Aceh Tamiang, Monitor Pos  - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, meminta para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja maksimal dalam membersihkan lumpur yang masih menumpuk di pemukiman warga di Kabupaten Aceh Tamiang.

Instruksi tersebut disampaikan Tito saat memimpin apel pembukaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Sabtu (4/4/2026).

Sebanyak 731 praja IPDN yang diterjunkan pada gelombang ini akan difokuskan pada pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, jalan desa, serta fasilitas sosial dan umum. Tito menekankan pentingnya kesigapan, menindaklanjuti kerja yang telah dilakukan praja pada gelombang pertama dan kedua.

“Target utama adalah menyingkirkan lumpur yang menumpuk, termasuk yang sudah mengeras, baik di rumah warga maupun situs bersejarah seperti Istana Benua Raja,” ujar Tito. Ia menambahkan bahwa tinggi endapan lumpur akibat banjir di beberapa lokasi mencapai 4–5 meter, menjadikan Aceh Tamiang salah satu wilayah terdampak terberat.

Pada gelombang pertama, praja IPDN fokus pada pembersihan lumpur di perkantoran pemerintah, sedangkan gelombang kedua menitikberatkan pada lingkungan masyarakat serta fasilitas publik. Gelombang ketiga ditargetkan menangani 42 titik selama sebulan, meliputi 10 rumah, 22 drainase, 7 jalan, dan 3 fasilitas sosial dan umum. Jika pekerjaan selesai lebih cepat, praja akan dialihkan ke lokasi lain yang masih memerlukan bantuan.

Selain itu, Tito mengingatkan praja IPDN untuk menjaga nama baik institusi dan memanfaatkan penugasan sebagai pengalaman nyata dalam ilmu pemerintahan.

Kunjungan Tito ke Aceh Tamiang juga dimaksudkan untuk meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Safrizal ZA, Halilul Khairi, Fadhlullah, Armia Pahmi, serta jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang.

Zulkarnain