Viral Video Motor Listrik Berstiker BGN, Publik Soroti Dugaan Pengadaan untuk Program MBG
Dalam rekaman yang beredar, motor-motor tersebut tampak masih terbungkus plastik, mengindikasikan kondisi baru dan siap distribusi. Kendaraan itu diduga akan digunakan untuk mendukung kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Secara visual, motor memiliki desain menyerupai tipe trail dengan merek Emmo yang terlihat jelas pada bodinya.
Berdasarkan penelusuran, model yang ditampilkan diduga merupakan Emmo JVX GT, yakni motor listrik bergaya adventure dengan spesifikasi cukup mumpuni. Kendaraan ini disebut memiliki tenaga hingga 7.000 watt dan jarak tempuh sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian. Fitur pengisian cepat (fast charging) juga menjadi salah satu keunggulan, dengan kemampuan mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu kurang lebih satu jam.
Dari sisi baterai, motor ini menggunakan kapasitas 72V 31Ah dan mendukung penggunaan dua baterai sekaligus yang dapat dilepas pasang. Spesifikasi tersebut dinilai cukup mendukung mobilitas operasional di lapangan, terutama untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas.
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada jumlah unit yang disebut sangat besar, melainkan juga pada nilai ekonominya. Berdasarkan informasi dari situs resmi, harga satu unit Emmo JVX GT diperkirakan mencapai Rp56,8 juta. Jika angka 70 ribu unit tersebut benar, maka potensi nilai pengadaan bisa mencapai triliunan rupiah.
Di tengah ramainya perbincangan, pihak terkait mengaku belum memperoleh informasi resmi mengenai keberadaan maupun distribusi kendaraan tersebut. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Bandung, Ramzi, menyatakan bahwa dirinya belum menerima pemberitahuan terkait pengadaan tersebut.
“Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi terkait motor listrik tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengonfirmasi telah melihat video yang beredar, namun belum dapat memastikan kebenarannya secara institusional. Menurutnya, belum ada kejelasan mengenai pihak penerima, lokasi distribusi, maupun jumlah unit yang sebenarnya.
Viralnya video ini memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat, khususnya terkait kebutuhan logistik program MBG dan efisiensi penggunaan anggaran. Di sisi lain, penggunaan motor listrik dinilai berpotensi menjadi solusi mobilitas yang lebih hemat biaya operasional dan ramah lingkungan dalam mendukung distribusi layanan gizi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari instansi berwenang yang mengonfirmasi detail terkait jumlah unit, spesifikasi teknis, maupun mekanisme pengadaan kendaraan tersebut. Pemerintah diharapkan segera memberikan klarifikasi guna menjawab pertanyaan publik dan memastikan transparansi dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Ali Amran,C.ILJ.
