Bakom RI: Penguasaan Bahasa Asing Menjadi Modal Strategis Menghadapi Persaingan Global

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos ~ Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan dan peluang di era globalisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi wacana Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai penguatan pembelajaran Bahasa Prancis di lingkungan pendidikan nasional. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional.

"Dunia saat ini semakin terhubung dan kompetitif. Karena itu, kemampuan berbahasa menjadi salah satu syarat penting untuk memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, kerja sama internasional, dan peluang ekonomi global," kata Qodari saat memberikan keterangan kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5).

Ia menjelaskan bahwa penguasaan bahasa asing tidak harus terbatas pada satu bahasa tertentu. Sistem pendidikan nasional, menurutnya, dapat memberikan ruang bagi peserta didik untuk mempelajari berbagai bahasa internasional sesuai kebutuhan, minat, maupun perkembangan hubungan Indonesia dengan negara-negara mitra.

Qodari mencontohkan bahwa sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia saat ini telah mengembangkan pembelajaran multibahasa. Selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, beberapa sekolah juga telah memasukkan Bahasa Mandarin sebagai bagian dari kurikulum atau program pengayaan.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing semakin dipandang sebagai kebutuhan strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berkompetisi di tingkat global.

Ia menambahkan bahwa bahasa-bahasa yang disebut Presiden Prabowo merupakan bahasa internasional yang memiliki peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari diplomasi, pendidikan, perdagangan, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meski demikian, Qodari menegaskan bahwa mekanisme dan pengaturan teknis terkait kemungkinan penerapan pembelajaran Bahasa Prancis dalam sistem pendidikan nasional tetap berada di bawah kewenangan kementerian yang membidangi pendidikan dasar dan menengah.

"Pemerintah tentu akan mempertimbangkan berbagai aspek pendidikan, kebutuhan nasional, serta kesiapan institusi pendidikan sebelum mengambil kebijakan teknis yang lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan gagasan mengenai pentingnya pembelajaran Bahasa Prancis saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Dalam pidatonya di Istana Élysée, Paris, Presiden menilai hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada dalam fase yang semakin kuat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Selain kerja sama ekonomi dan pertahanan, kedua negara juga berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, riset, sains, teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintah memandang penguatan kemampuan bahasa asing sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang adaptif, berwawasan global, serta mampu memanfaatkan berbagai peluang kerja sama internasional yang terus berkembang di masa depan.

Dengan semakin terbukanya interaksi antarnegara, penguasaan bahasa asing dinilai tidak hanya menjadi keterampilan tambahan, tetapi juga investasi penting dalam membangun daya saing nasional dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

@Iyus