Bima Arya Ajak Generasi Muda Siapkan Kepemimpinan Visioner Sambut Indonesia Maju
Hal tersebut disampaikan Bima saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Garuda Youth Camp 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.
Dalam paparannya, Bima menekankan bahwa kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa. Ia mengutip prinsip kepemimpinan yang menekankan pentingnya visi, keteladanan, dan aksi nyata dalam memimpin.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki gagasan besar, tetapi juga harus mampu menunjukkan arah serta terlibat langsung dalam mewujudkan tujuan tersebut. Oleh karena itu, generasi muda didorong untuk mulai merancang masa depan sejak dini dengan arah yang jelas.
Bima juga menyoroti pentingnya kemampuan membaca dinamika global. Ia menilai keberhasilan di masa depan tidak semata ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh ketepatan dalam melihat peluang di tengah perubahan yang cepat.
Di hadapan ratusan peserta yang berasal dari kalangan pelajar, ia mengajukan pertanyaan reflektif mengenai arah hidup dalam dua dekade mendatang. Pertanyaan tersebut dimaksudkan untuk mendorong kesadaran akan pentingnya perencanaan jangka panjang.
Lebih lanjut, Bima mengungkapkan bahwa berbagai proyeksi global menempatkan Indonesia sebagai salah satu kandidat kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa dekade ke depan. Namun, peluang tersebut dinilai sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
Dalam konteks itu, ia menegaskan pentingnya pendidikan, semangat belajar, dan penguasaan keterampilan sebagai fondasi utama dalam memanfaatkan bonus demografi. Ia juga mengingatkan agar generasi muda terus belajar di berbagai situasi dan kesempatan.
Selain aspek kompetensi, Bima menekankan bahwa disiplin dan konsistensi merupakan faktor pembeda dalam mencapai keberhasilan. Ia menilai kecerdasan tanpa ketekunan tidak akan menghasilkan capaian yang optimal.
Ia juga menyoroti pentingnya pengalaman dalam menghadapi keberagaman sebagai bagian dari proses pembentukan kepemimpinan. Interaksi dengan berbagai latar belakang dinilai mampu memperkuat perspektif dan kedewasaan dalam mengambil keputusan.
Karena itu, generasi muda didorong untuk aktif dalam organisasi sebagai sarana pembelajaran, pengembangan jejaring, serta pengasahan kemampuan kepemimpinan.
Menutup paparannya, Bima mengajak generasi muda untuk tidak bersikap pasif terhadap masa depan, melainkan mempersiapkannya secara aktif sejak sekarang melalui langkah-langkah nyata dan terencana.
Mutiara NA
