Yassierli Tutup Program Magang Nasional Batch 2, 76 Ribu Peserta Siap Masuki Dunia Kerja
Menurut Yassierli, program magang menjadi salah satu langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dengan lulusan baru. Selain memberikan pengalaman kerja secara langsung, program tersebut dinilai mampu membantu peserta memahami budaya kerja, meningkatkan keterampilan, serta memperluas wawasan profesional sebelum memasuki pasar kerja secara penuh.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif,” ujar Yassierli.
Pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 1 dan Batch 2 tercatat diikuti sekitar 76 ribu peserta. Sebanyak 14 ribu peserta berasal dari batch pertama, sedangkan sekitar 62 ribu peserta lainnya mengikuti batch kedua. Tingginya partisipasi tersebut dinilai mencerminkan besarnya antusiasme generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia industri.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyediakan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta program. Proses asesmen dilakukan secara luring di balai pelatihan karena pengujian kemampuan harus dilaksanakan secara langsung sesuai standar kompetensi yang berlaku.
Yassierli mengatakan, sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah bagi peserta setelah menyelesaikan program magang. Menurutnya, pengakuan kompetensi tersebut akan memperbesar peluang peserta untuk bersaing di pasar kerja.
“Pengalaman praktik dan sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan,” katanya.
Hasil evaluasi Program Magang Nasional Batch 1 menunjukkan capaian positif. Sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program, sementara sekitar 14 persen lainnya menyatakan cukup puas. Tingkat ketidakpuasan peserta tercatat hanya sebesar 0,7 persen.
Respons positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4 ribu perusahaan yang terlibat pada batch pertama, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program magang. Sementara itu, tingkat penilaian negatif hanya berada di angka 0,4 persen.
Menurut Yassierli, hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa program magang memberikan manfaat nyata, baik bagi peserta maupun dunia usaha. Bahkan, sekitar 35 persen peserta batch pertama mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan tempat mereka menjalani praktik kerja.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Seiring perkembangan program tersebut, pemerintah menargetkan perluasan Program Magang Nasional pada 2026. Berdasarkan arahan Prabowo Subianto, jumlah peserta ditargetkan mencapai 150 ribu orang atau meningkat dibanding target sebelumnya yang berada di angka 100 ribu peserta.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan memperkuat koordinasi dengan perusahaan mitra, mulai dari proses pembukaan lowongan, verifikasi peserta, hingga seleksi administrasi dan seleksi daring sesuai mekanisme masing-masing perusahaan.
Tahap pertama pelaksanaan Program Magang Nasional tahun 2026 direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu peserta. Program selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami mendorong para fresh graduate dan lulusan baru memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan memperluas akses kerja,” pungkas Yassierli.
Ali Amran
