Lanud Sultan Hasanuddin Asah Kesiapsiagaan Penanganan Pesawat Asing Pasca Force Down
Dalam skenario latihan, disimulasikan sebuah pesawat asing dengan sandi “Lasa X” melakukan pelanggaran wilayah udara nasional dan berhasil dipaksa mendarat oleh unsur tempur TNI Angkatan Udara. Setelah pesawat berhasil di-force down, personel Lanud Sultan Hasanuddin langsung melaksanakan prosedur penanganan pasca pendaratan paksa dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan.
Proses pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Satuan Polisi Militer (Satpom), Intelijen dan Pengamanan (Intelpam), serta unsur pertahanan pangkalan di area isolasi pesawat.
Tahapan latihan diawali dengan tindakan pengamanan oleh personel Kopasgat yang memasuki pesawat guna memastikan kondisi kabin aman dari ancaman maupun benda mencurigakan. Selanjutnya, tim Satpom dan Intelpam melaksanakan pemeriksaan awal terhadap awak pesawat, penumpang, dan barang bawaan.
Setelah proses screening awal selesai, seluruh awak dan penumpang diarahkan menuju crisis center untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim gabungan dari kementerian dan lembaga terkait. Sementara itu, penyidik TNI AU melaksanakan proses penanganan dugaan pelanggaran wilayah udara guna melengkapi alat bukti hingga tahapan pelimpahan perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Vincentius Endy Hadi Putra, menegaskan bahwa latihan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan seluruh unsur pertahanan udara nasional.
“Pelaksanaan penanganan pasca force down membutuhkan respons cepat, koordinasi yang tepat, serta kerja sama lintas unsur yang solid. Melalui latihan ini diharapkan seluruh personel mampu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga setiap tindakan dapat dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Menurutnya, Latihan Kesiagaan II Kodau II Sikatan Daya 2026 juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas sistem komando dan kendali, pola koordinasi antarinstansi, serta kemampuan respons lapangan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman pelanggaran wilayah udara nasional.
Melalui kegiatan tersebut, Lanud Sultan Hasanuddin terus memperkuat profesionalisme, interoperabilitas, dan kesiapan operasional sebagai salah satu pangkalan strategis TNI Angkatan Udara di kawasan timur Indonesia dalam mendukung tugas menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Latihan tersebut turut ditinjau langsung oleh Panglima Komando Daerah Udara II, M. Untung Suropati, Pangkoopsud II Djoko Hadipurwanto, serta sejumlah pejabat Kodau II dan Koopsud.
Siti Salma
