Dukung PSN Prabowo di Jawa Barat, Senator Aanya Dorong Pembangunan Exit Tol Kota Banjar

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos - Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Aanya Rina Casmayanti, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program pembangunan infrastruktur tersebut akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di Jawa Barat yang menjadi provinsi dengan alokasi proyek jalan tol terbanyak dalam daftar prioritas nasional.

Meski demikian, Aanya meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan akses keluar-masuk jalan tol (exit tol) di Kota Banjar agar manfaat proyek strategis tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terbitnya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang menetapkan 35 ruas jalan tol prioritas nasional. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat memperoleh porsi terbesar dengan sejumlah proyek utama, termasuk Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), Tol Ciawi–Sukabumi–Ciranjang–Padalarang, hingga pengembangan jaringan tol dalam Kota Bandung.

“Kami mendukung penuh PSN ini karena akan memperkuat konektivitas dan daya saing daerah. Namun, kami juga berharap Kota Banjar mendapatkan perhatian serius melalui pembangunan exit tol yang terhubung langsung dengan pusat kota,” kata Aanya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, Kota Banjar memiliki posisi strategis sebagai gerbang penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah sekaligus simpul transportasi bagi kawasan Priangan Timur yang mencakup Kabupaten Ciamis, Pangandaran, dan Tasikmalaya. Karena itu, keberadaan akses tol dinilai penting untuk memastikan dampak ekonomi proyek tidak hanya dirasakan oleh daerah yang dilalui jalur utama.

Aanya menilai, tanpa adanya exit tol di Kota Banjar, potensi pertumbuhan ekonomi lokal berisiko tidak berkembang secara optimal karena arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat hanya melintas tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi daerah.

“Kota Banjar merupakan pintu masuk Jawa Barat dari arah timur. Jika Tol Getaci tidak dilengkapi exit tol di wilayah tersebut, maka peluang ekonomi yang muncul dari proyek besar ini tidak akan sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai penghubung antardaerah, Kota Banjar dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat distribusi regional di koridor selatan Pulau Jawa. Akses langsung ke jalan tol diyakini mampu mendorong masuknya investasi baru, memperluas peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Aanya menambahkan, peningkatan aksesibilitas akan memperkuat posisi Banjar sebagai kota transit ekonomi yang strategis dan mendukung pemerataan pembangunan di wilayah selatan Jawa Barat yang selama ini dinilai masih membutuhkan percepatan infrastruktur.

Berdasarkan daftar PSN terbaru, terdapat 13 proyek jalan tol di Jawa Barat yang masuk dalam prioritas pembangunan nasional, di antaranya Tol Ciawi–Sukabumi–Ciranjang–Padalarang, Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), Tol Akses Pelabuhan Patimban, Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), serta pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung melalui proyek North-South Link Bandung dan Bandung Inter Urban Toll Road (BIUTR).

Sebagai anggota Komite I DPD RI yang membidangi urusan pemerintahan daerah dan otonomi daerah, Aanya menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan PSN di Jawa Barat agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur harus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan. Karena itu, daerah-daerah yang selama ini belum menikmati akses pembangunan secara optimal, termasuk Kota Banjar, perlu menjadi bagian dari prioritas agar manfaat PSN benar-benar dirasakan hingga ke tingkat masyarakat,” pungkasnya.

Ali Amran