Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Kesiapan Prajurit Jelang Penugasan Kontingen Garuda ke Lebanon
Pasukan yang akan diberangkatkan ke Lebanon pada akhir Mei mendatang itu diminta menjaga profesionalisme serta kesiapan operasional guna mempertahankan reputasi Indonesia dalam misi perdamaian dunia.
Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), Menko Polkam menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dan rekam jejak yang baik dalam misi perdamaian PBB. Ia turut mengenang pengalamannya saat bertugas dalam misi United Nations Emergency Force II (UNEF II) di Sinai pada dekade 1970-an.
Menurutnya, keberhasilan penugasan sangat ditentukan oleh kemampuan prajurit dalam menjaga disiplin, meningkatkan keterampilan, dan menjalankan latihan secara optimal sebelum diterjunkan ke daerah operasi.
“Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Dengan latihan keras dan disiplin, prajurit kita dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pada saat tugas dilaksanakan dengan baik, di situlah muncul kebanggaan, kehormatan, promosi, dan apresiasi dari bangsa,” ujar Djamari Chaniago.
Ia juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian internasional. Pemerintah, kata dia, mendorong peningkatan peran Indonesia melalui penguatan kapasitas pasukan serta penempatan personel TNI pada posisi strategis di struktur misi PBB.
Dalam arahannya, Menko Polkam menegaskan bahwa para prajurit mengemban tanggung jawab besar membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional. Karena itu, setiap personel diminta menjaga integritas, mematuhi aturan, dan tidak mengabaikan aspek keamanan selama menjalankan tugas di wilayah konflik.
“Kalian mengemban tugas negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan bangsa ini kepada kalian,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak terhadap keselamatan personel dan citra Indonesia di mata dunia.
“Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa. Beban itu ada di pundak kalian,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menilai rapat koordinasi tersebut penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya risiko di wilayah penugasan misi perdamaian.
Menurut Sugiono, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan kontribusi Indonesia pada misi perdamaian dunia.
“Kemenlu akan terus melaksanakan koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para prajurit agar mempersiapkan diri secara maksimal mengingat situasi keamanan di wilayah penugasan yang penuh risiko dan tantangan.
“Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Sugiono.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Sesmenko Polkam Mochammad Hasan, serta sejumlah pejabat kementerian, TNI, dan Polri lainnya.
Kurniawan
