Pacitan Dinilai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Unggulan Nasional
Dalam kunjungannya, Bima mengungkapkan ketertarikannya terhadap perkembangan sektor pariwisata di Pacitan, khususnya setelah berdirinya Museum dan Galeri SBY-ANI. Museum yang didedikasikan untuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan almarhumah Ani Yudhoyono tersebut dinilai menjadi daya tarik baru yang mampu mengangkat citra daerah.
Ia menilai keberadaan museum tersebut telah memicu pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di kawasan sekitarnya. Aktivitas masyarakat dan geliat usaha dinilai semakin terlihat, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Sepanjang perjalanan menuju lokasi, saya melihat adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup signifikan,” ujar Bima.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kualitas fasilitas museum yang dianggap memiliki standar internasional. Selain menyajikan berbagai koleksi sejarah, museum tersebut juga dilengkapi dengan perpustakaan yang menyediakan beragam literatur bagi pengunjung.
Bima bahkan memproyeksikan museum tersebut dapat menjadi titik awal pengembangan identitas wisata Pacitan yang lebih luas, mencerminkan karakter dan perjalanan hidup Susilo Bambang Yudhoyono, mulai dari pemikiran hingga minat pribadinya.
Dalam upaya mendorong daya tarik wisata, Bima juga menyatakan kesiapan untuk menggandeng komunitas olahraga, khususnya jaringan Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI), guna menyelenggarakan event lari trail di Pacitan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan eksposur daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ke depan, kita bisa rancang kegiatan olahraga berskala nasional yang tidak hanya meningkatkan citra daerah, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta jajaran organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Pacitan.
S Aminah Firdaus
