Panglima TNI Dorong Penguatan Sentralitas ASEAN dalam Menjaga Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
Sidang strategis yang mengusung tema “Securing Our Future Together” itu diikuti para Panglima Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN sebagai forum penting untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama pertahanan kawasan.
Dalam keterangannya, Panglima TNI menilai bahwa tantangan keamanan kawasan Indo-Pasifik saat ini semakin kompleks, mulai dari ancaman siber, ketegangan maritim, rivalitas geopolitik, hingga dampak perubahan iklim global. Karena itu, menurutnya, stabilitas kawasan tidak dapat dibangun secara unilateral, melainkan membutuhkan kerja sama kolektif yang konkret, adaptif, dan berorientasi pada implementasi operasional.
Indonesia, lanjut Panglima TNI, terus mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim melalui peningkatan Maritime Domain Awareness (MDA), patroli terkoordinasi, interoperabilitas latihan militer, hingga penguatan kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Selain itu, penguatan ketahanan siber ASEAN juga menjadi perhatian utama guna menghadapi ancaman multidimensional yang berkembang secara cepat.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya Tentara Nasional Indonesia dalam mendukung penguatan arsitektur pertahanan ASEAN demi menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan kawasan secara berkelanjutan.
Panglima TNI juga menekankan bahwa kekuatan kolektif ASEAN terletak pada persatuan, kredibilitas kerja sama, serta kesiapan bersama dalam menghadapi tantangan strategis masa depan. Menurutnya, sinergi antarnegara ASEAN menjadi faktor penting dalam memastikan kawasan tetap kondusif, aman, dan mampu menghadapi berbagai dinamika global secara efektif.
Firmansyah
