Panglima TNI Lepas Satgas Konga UNIFIL 2026, Tegaskan Profesionalisme Prajurit dalam Misi Perdamaian Dunia

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos - Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin langsung Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026).

Dalam upacara tersebut, Panglima TNI bertindak selaku Inspektur Upacara sekaligus memberikan penekanan kepada seluruh prajurit yang akan melaksanakan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan bahwa penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan besar sekaligus amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap personel Satgas membawa nama baik Indonesia di mata internasional sehingga profesionalisme, disiplin, dan integritas harus selalu dijaga selama bertugas di daerah misi.

Selain itu, seluruh prajurit diminta untuk mematuhi ketentuan serta Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku guna mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas di wilayah operasi.

Panglima TNI juga menekankan pentingnya kemampuan personel dalam menjalankan tugas pokok secara optimal, menjaga stabilitas keamanan wilayah operasi, serta membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat maupun pasukan dari negara lain yang tergabung dalam misi perdamaian.

Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL juga didorong untuk aktif melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan, sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Upacara pemberangkatan tersebut turut dihadiri Jenderal TNI Tandyo Budi R. serta sejumlah pejabat utama Mabes TNI dan Angkatan.

Sebagai bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon, Satgas TNI Konga memiliki mandat untuk membantu menjaga stabilitas keamanan, memantau penghentian permusuhan, serta menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Lebanon Selatan sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB. Kehadiran kontingen Indonesia juga menjadi wujud nyata komitmen bangsa dalam mendukung perdamaian dan stabilitas internasional.

Firmansyah